POTRETNEWS.ID, POHUWATO – Banjir besar yang melanda Desa Hulawa, khususnya Dusun Kapali, menuai sorotan dari berbagai pihak. Ketua PPMB Mohammad Husain Ibrahim menyampaikan, keprihatinan mendalam atas musibah yang disebut sebagai banjir terbesar sepanjang sejarah desa tersebut.
Menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh Humas PGP, Ketua PPMB Husain Ibrahim justru menilai sikap perusahaan sangat ironis dan tidak mencerminkan nilai kemanusiaan.
Menurutnya, perusahaan terkesan hanya mencari kambing hitam dengan menyalahkan penambang lokal atas terjadinya banjir.
“Penambang lokal justru adalah pihak pertama yang menerima dampak. Mereka sudah ada sejak lama. Namun perusahaan seolah menutup mata bahwa aktivitas di wilayah konsesi merekalah yang menjadi penyumbang sedimentasi terbesar,” tegasnya.
Ia menilai, kerusakan lingkungan yang terjadi akibat aktivitas perusahaan di wilayah konsesi telah memberikan kontribusi signifikan terhadap pendangkalan sungai dan kerusakan daerah aliran sungai (DAS), yang kemudian berujung pada banjir besar.
Husain Ibrahim juga mengkritik, peran humas perusahaan yang dinilai tidak bijak dalam menyikapi persoalan publik. Alih-alih menunjukkan empati dan tanggung jawab, perusahaan justru dinilai kerap melempar batu sembunyi tangan setiap kali mengontra pemberitaan.
“Katanya perusahaan hadir membawa kemakmuran dan kemajuan ekonomi. Tapi ketika masyarakat terdampak, yang dilakukan justru saling menyalahkan,”jelas Husain tegas.
Atas kondisi tersebut, Husain Ibrahim secara tegas meminta para pemangku kepentingan daerah, khususnya DPRD, agar segera menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama pihak perusahaan.
Sebab RDP tersebut kata Husain Ibrahim dinilai penting untuk membahas secara terbuka dokumen AMDAL serta dampak lingkungan yang ditimbulkan.
“Desakan masyarakat sudah jelas. Banjir ini bukan sekadar bencana alam, tapi akibat dari aktivitas yang merusak lingkungan. DPRD harus segera bertindak,” pungkasnya.











