POTRETNEWS.ID, (GORONTALO) – Keterbatasan fasilitas medis operasional, terutama armada ambulans, masih menjadi tantangan mendasar pelayanan kesehatan masyarakat di Kabupaten Gorontalo.
Menanggapi persoalan mendesak tersebut, Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo melakukan kunjungan kerja mendalam ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo pada Kamis (15/10/2026).
Agenda koordinasi ini difokuskan pada dua isu strategis: efektivitas penyaluran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi penerima bantuan iuran (PBI) serta pemetaan solusi pemenuhan sarana rujukan pasien di tingkat tapak.
Terobosan Anggaran BLUD Puskesmas. Di tengah pengetatan dan efisiensi anggaran daerah, terungkap sebuah langkah mandiri dari fasilitas pelayanan kesehatan setempat. Beberapa Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) yang telah menyandang status Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) memanfaatkan fleksibilitas pengelolaan keuangan mereka untuk pengadaan armada ambulans secara mandiri.
Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Gorontalo, dr. Darsianti Tuna, mengapresiasi keleluasaan tata kelola anggaran BLUD tersebut sebagai solusi taktis di lapangan.
”Puskesmas berstatus BLUD memiliki ruang untuk mengelola pendapatan dan membiayai operasional secara fleksibel. Bahkan, beberapa di antaranya sudah mampu mengalokasikan anggaran BLUD untuk pengadaan ambulans sendiri. Ini langkah nyata dalam menjaga mutu pelayanan rujukan,” ujar Darsianti.
Meski pengelolaan mandiri BLUD berjalan baik, Komisi IV menekankan pentingnya perencanaan terpadu antar-instansi agar ketersediaan sarana transportasi medis terdistribusi secara merata sesuai peta kebutuhan masyarakat dan batas kemampuan fiskal daerah.
Rombongan Komisi IV dr. Sri Darsianti Tuna bersama anggota dewan Gustam Ismail dan Manaf A. Hamzah diterima langsung oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo, Ifan Riyanto Abdullah.
Lewat Kunjungan Kerja ini, DPRD Provinsi Gorontalo menegaskan komitmennya dalam menjalankan fungsi pengawasan lewat Sinkronisasi JKN-PBI yang memastikan hak jaminan kesehatan masyarakat kurang mampu berjalan tepat sasaran.
Inventarisasi Alkes & Transportasi Medis, memetakan kebutuhan sarana rujukan secara terarah di seluruh wilayah Kabupaten Gorontalo.
Peningkatan Aksesibilitas terus mendorong koordinasi berkesinambungan antara pemerintah provinsi dan daerah agar layanan kesehatan makin mudah dijangkau.










