POTRETNEWS.ID, POHUWATO – Tantangan terbuka di sampaikan oleh salah satu anak penambang Pohuwato Rusli Laki kepada Gubernur Gorontalo, usai melakukan Rapat Dengar Pendapat bersama DPRD Pohuwato, terkait polemik tambang dan perusahaan PT.PGP yang tidak pernah terselesaikan.
Hal itu kata Rusli Laki, kepada awak media pada Jumat, (17/10/2025) untuk melihat keberpihakan Gubernur Gorontalo yang mempunyai kewenangan untuk berpihak kepada rakyat di tengah kisruh tambang Pohuwato yang tidak mempunyai kepastian.
“Saya mau lihat dan menantang Gubernur Gorontalo, apakah berani berdiri bersama rakyatnya. Atau menindas bersama Korporat, karena Sampai detik ini permasalahan di Kabupaten Pohuwato belum juga diselesaikan. Justru bola panasnya dilempar ke Pemerintah Provinsi,” tegas Rusli Laki salah satu anak penambang Pohuwato.
Ia menegaskan, apabila Gubernur Gorontalo tidak mampu mengambil langkah tegas untuk menghentikan sementara aktivitas perusahaan tambang PT PGP, maka langkah paling terhormat bagi gubernur adalah mundur dari jabatannya.
“Rakyat tidak butuh pemimpin yang hanya menonton. Kami butuh ketegasan, bukan penindasan,” tegasnya lagi.
Pernyataan panas ini muncul setelah Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Pohuwato dan masyarakat penambang beberapa waktu lalu, yang menghasilkan rekomendasi agar Pemerintah Provinsi Gorontalo segera menghentikan seluruh aktivitas perusahaan PGP hingga konflik di area tambang benar-benar diselesaikan.
Rusli Laki membeberkan, ultimatum lima hari kepada Gubernur Gorontalo untuk membuktikan sikapnya sebagai “garda terdepan rakyat.” Jika dalam waktu tersebut tidak ada tindakan nyata, warga mengancam akan mengambil langkah sendiri.
“Kalau dalam lima hari gubernur tidak mampu bertindak, maka rakyat sendiri yang akan menjadi eksekutor terhadap perusahaan yang selama ini mengintimidasi mereka,” ujar Rusli.
Tak hanya gubernur, menurut Rusli Laki peringatan juga ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Pohuwato, Ketua DPRD Pohuwato, serta Ketua KUD, agar tidak berpaling dari kepentingan rakyat.
“Berpihaklah pada rakyat! Karena rakyat sudah membuktikan keberaniannya pada 21 September 2023,”terangnya.
Terakhir kata Rusli Laki, dengan ultimatum terbuka ini, publik kini menanti langkah nyata Gubernur Gorontalo dalam menghadapi konflik tambang yang kian memanas di Bumi Panua.
“Apakah gubernur akan berdiri bersama rakyat — atau memilih diam di tengah kobaran kemarahan masyarakat?,”pungkas Rusli.






