POTRETNEWS.ID, -(GORONTALO)- Jalanan Kota Gorontalo menjadi saksi bisu suara nurani yang menggema dari puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Cinta Palestina dan relawan kemanusiaan.
Dengan semangat membara, mereka menggelar aksi solidaritas bertema “Suara Gorontalo, Kita Bersama Pemerintah untuk Bela Palestina” sebagai wujud kepedulian terhadap penderitaan rakyat Palestina yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Aksi yang berlangsung di kawasan strategis Perlimaan Kota Gorontalo ini tidak hanya menjadi ruang ekspresi kepedulian, tetapi juga seruan moral agar bangsa ini terus berdiri tegak membela keadilan dan kemanusiaan.
Dalam orasinya, Majid Mustaki, selaku Koordinator Aksi, menyampaikan pesan yang menyentuh hati. Ia menegaskan bahwa perjuangan untuk Palestina bukan sekadar persoalan politik, melainkan tanggung jawab kemanusiaan yang harus diemban oleh seluruh bangsa yang mencintai perdamaian.
“Hari ini kita berkumpul bukan karena politik, tetapi karena hati nurani. Kita datang membawa suara kemanusiaan untuk saudara-saudara kita di Palestina yang selama ini hidup dalam penderitaan dan ketidakadilan. Ini adalah panggilan hati bagi siapa pun yang menjunjung tinggi nilai-nilai perdamaian dan hak asasi manusia,” ujarnya lantang.
Selain menyuarakan solidaritas, para peserta juga menyampaikan dukungan dan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas sikap tegas dan konsistennya dalam memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina di berbagai forum dunia.
“Kami rakyat Gorontalo berdiri di belakang pemerintah. Terima kasih kepada Presiden dan Menteri Luar Negeri yang telah membawa suara Indonesia ke forum-forum internasional, menyuarakan gencatan senjata, dan menyerukan kemerdekaan penuh bagi Palestina,” tambah Majid.
Aksi yang berlangsung damai ini juga menyerukan tiga poin penting yakni gencatan senjata segera, penegakan hak asasi manusia, dan pengakuan penuh atas kemerdekaan Palestina sebagai negara yang berdaulat.
Dengan lantang, peserta aksi menutup kegiatan dengan pekikan kalimat yang menggugah “Air mata Palestina adalah air mata kita”
Aksi ditutup pukul 16.20 WITA dalam keadaan aman dan tertib, dengan pengamanan terbuka dari Polres Gorontalo Kota dan Polda Gorontalo, sebagai bentuk dukungan terhadap kebebasan berekspresi dan solidaritas kemanusiaan. (RH)






