Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Diduga Tanpa Transparansi, Pembatalan Tender PENAS KTNA 2026 Tuai Protes Keras

×

Diduga Tanpa Transparansi, Pembatalan Tender PENAS KTNA 2026 Tuai Protes Keras

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POTRETNEWS.ID, GORONTALO – Polemik mewarnai persiapan pelaksanaan Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Tahun 2026 di Gorontalo.

Salah satu peserta tender jasa Event Organizer (EO) menyampaikan keberatan atas keputusan pembatalan tender yang disebut dilakukan secara sepihak oleh pihak penyelenggara.

banner 325x300

Keberatan tersebut disampaikan oleh Irfan Yusuf selaku Subkon Produksi Event PENAS. Menurutnya, keputusan pembatalan kontrak menimbulkan kekecewaan karena pihaknya telah mengikuti seluruh tahapan pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam pernyataannya, Irfan menilai pembatalan tender dilakukan tanpa penjelasan yang transparan dan komunikasi yang memadai kepada peserta.

Padahal, kegiatan PENAS KTNA XVII merupakan agenda nasional yang melibatkan banyak pihak, termasuk pelaku usaha dan penyedia jasa yang telah mengalokasikan waktu, tenaga, hingga biaya untuk mengikuti proses pengadaan.

“Kami menyampaikan keberatan dan kekecewaan yang mendalam atas keputusan pembatalan tender secara sepihak. Sebagai peserta, kami telah mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Irfan dalam keterangannya.

Ia menambahkan, keputusan tersebut berpotensi menimbulkan kerugian baik secara material maupun immaterial. Selain itu, kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi tingkat kepercayaan pelaku usaha terhadap proses pengadaan barang dan jasa.

Menurut Irfan, alasan yang disampaikan terkait penggunaan vendor dari luar Gorontalo menjadi salah satu faktor pembatalan kerja sama. Padahal, kata dia, dalam dokumen tender tidak terdapat persyaratan yang mewajibkan penggunaan vendor lokal.

“Kami dibatalkan sepihak untuk melanjutkan kontrak dengan alasan menggunakan vendor Manado. Padahal dalam dokumen tender tidak disyaratkan harus menggunakan vendor Gorontalo. Secara sistem kami juga sudah mendapatkan status bintang tiga untuk berkontrak,” ungkapnya.

Meski merasa dirugikan, pihaknya akhirnya memilih menerima keputusan tersebut. Langkah itu diambil untuk menghindari potensi kendala yang lebih besar saat pelaksanaan kegiatan berlangsung.

“Kami memutuskan menerima pembatalan itu daripada nantinya menjadi rumit di lapangan dan justru semakin dipersulit apabila dipaksakan untuk lanjut,” katanya.

Irfan juga mengungkapkan bahwa sebelum keputusan pembatalan tersebut, pihak dinas terkait sempat menghubungi timnya untuk melakukan konfirmasi mengenai berbagai perlengkapan dan kebutuhan yang telah disiapkan untuk mendukung kegiatan PENAS.

Melalui pernyataan resminya, pihak peserta tender berharap penyelenggara dapat memberikan penjelasan terbuka mengenai dasar pembatalan tersebut. Mereka juga meminta agar seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Meski menyampaikan keberatan, Irfan menegaskan pihaknya tetap mendukung suksesnya penyelenggaraan PENAS KTNA XVII yang akan berlangsung di Gorontalo pada 20–25 Juni 2026 mendatang.

“Kami tetap mendukung suksesnya PENAS KTNA XVII sebagai agenda nasional yang strategis bagi sektor pertanian, perikanan, dan pembangunan daerah Gorontalo. Namun hak-hak peserta tender juga harus dihormati serta mendapatkan kepastian dan perlakuan yang adil,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi sorotan terkait pentingnya penerapan prinsip transparansi, profesionalisme, dan kepastian hukum dalam setiap proses pengadaan barang dan jasa yang melibatkan kepentingan publik.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *