Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Uncategorized

Buta Aksara Masih Tinggi, Bupati Sofyan Minta Terkait Beri Perhatian Lebih

×

Buta Aksara Masih Tinggi, Bupati Sofyan Minta Terkait Beri Perhatian Lebih

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":1,"adjust":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
Example 468x60

KABGOR – Bupati Gorontalo H. Sofyan Puhi menyentil masih tingginya angka buta aksara. Ia pun meminta perhatian lebih terhadap pendidikan nonformal, termasuk Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Hal itu disampaikan Bupati Sofyan saat menghadiri peringatan Hari Aksara Internasional ke-60 yang dirangkaikan dengan penutupan Perkemahan Saka Widya Budaya Bakti Pangkalan Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF)/PKBM se-Kabupaten Gorontalo, Minggu (19/9/2026), di Limboto.

Pada kesempatan itu Bupati Sofyan mengungkapkan bahwa angka buta aksara se-Provinsi Gorontalo meningkat dari 1,45 persen pada 2024 menjadi 1,46 persen pada 2025. Meski kenaikannya hanya 0,01 persen, menurutnya kondisi tersebut tetap menjadi persoalan yang harus diselesaikan.

“Ada kenaikan sebesar 0,01% , memang terlihat sangat kecil. tetapi bagi daerah, satu orangpun yang masih memiliki buta aksara tetap merupakan persoalan yang harus kita selesaikan.” Tegas sofyan

“Sebab.. Setiap warga negara memilik Hak untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya,” lanjut bupati sofyan

Menurutnya, PKBM memiliki peran penting dalam membantu pemerintah daerah menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat yang belum terjangkau pendidikan formal. Karena itu, ia mengakui perlunya peningkatan perhatian terhadap pendidikan nonformal, terutama dari sisi pendanaan.

“Insyaallah ke depan, minimal tidak sama dengan pendidikan formal, tetapi ada sedikit keberpihakan untuk PKBM/SPNF, Dalam rangka pemberantasan buta aksara, proses pendidikan di Kabupaten Gorontalo memang membutuhkan perhatian khusus,” ujar Bupati.

Karena itu Bupati Sofyan berharap seluruh pemangku kepentingan di bidang pendidikan memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan PKBM dan pendidikan nonformal, termasuk mendorong berbagai inovasi pembelajaran yang berkembang dari sektor tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Gorontalo Dr. Jurni Biahimo melaporkan bahwa kemah Saka Widya Budaya Bakti tersebut diikuti 560 peserta dari 22 PKBM dan 6 SKB.

Ia menjelaskan, sepanjang 2022 hingga 2025, tercatat peningkatan secara kuantitatif maupun kualitatif pada satuan pendidikan nonformal di Kabupaten Gorontalo, yang mencakup 6 SKB, 23 PKBM, dan 26 lembaga kursus dengan total 6.524 peserta didik.

Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Ketua TP-PKK Kabupaten Gorontalo, Pinsaka Widya Budaya Bakti Kabupaten Gorontalo, serta sejumlah pimpinan OPD. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *