Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Kabupaten Gorontalo

Yang Tak Paham Adat ‘Pulanga’ Mugkin Kurang Literasi

×

Yang Tak Paham Adat ‘Pulanga’ Mugkin Kurang Literasi

Sebarkan artikel ini
Asisten I Doni Lahati (Kiri), Ketua Lembaga Adat Subroto K. Duhe (Kanan)
Example 468x60

KABGOR – Pelaksanaan prosesi adat Pulanga di Kabupaten Gorontalo merupakan bagian dari proses pelestarian dan pengembangan adat budaya Gorontalo. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Lembaga Adat, Subroto K. Duhe, dalam keterangannya.

​Subroto menjelaskan, penganugerahan gelar adat oleh lembaga adat dinilai telah memenuhi kriteria untuk diberi penghargaan. ” Ilomata itu bukan hanya melihat dari satu sisi. Namun semua hal.” Ucapnya.

Bahkan yang dianugerahi adat ini (Bupati) sudah pernah menolaknya. Kala itu setelah Idul Adha. Juga usai Doa Lo Ulipu ditahun kemarin. Maka nanti baru kali ini terlaksana.
” Intinya mari membaca. Ini sudah melalui kajian dan banyak hal. Kurang membaca, kurang literasi (jadinya),” ucapnya.

Sementara itu Asisten I Doni Lahati menambahkan, prosesi Pulanga ini menjadi momentum bersejarah karena baru kembali digelar setelah kurang lebih 15 tahun sejak masa kepemimpinan Pak David.

” Jadi sudah cukup lama. Dan Kabupaten Gorontalo baru kali ini menggelar lagi. Jadi tidak ada masalah sebagai bentuk kita menghargai pelestarian budaya,” pungkasnya.

Mengenai besaran anggaran yang disiapkan. Pemda menegaskan bahwa nilai tersebut masih sangat rasional dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan riil.

” Jadi tidak habis pakai langsung. Namun asalkan sudah ada posnya. Bupati juga menginstruksikan efisiensi dan penekanan biaya pada pos-pos yang tidak krusial. ” Ucapnya.

​Seluruh anggaran yang dialokasikan difokuskan untuk mendukung kebutuhan material dan sarana prasarana prosesi adat, penyediaan konsumsi, serta penyambutan tamu undangan. Pemda memastikan tidak ada alokasi anggaran yang digunakan untuk kegiatan yang bersifat hura-hura.

​Selain sebagai bentuk penghormatan adat, penyelenggaraan prosesi ini diharapkan dapat menjadi media edukasi terbuka bagi masyarakat, khususnya generasi muda, agar lebih memahami nilai, kriteria, serta kebudayaan adat Pulanga di Gorontalo. tutup Asisten Doni. (*)

 

 

 

​
​

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *