KABGOR – Pemerintah Kabupaten Gorontalo memperkuat komitmen mewujudkan masyarakat sehat melalui pelaksanaan Program Nasional Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) Tahun 2026.
Program yang dijalankan bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Gorontalo ini mencakup tiga pilar utama, yakni Desa Pangan Aman, Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan, serta Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.
Pelaksanaan program tersebut mendapat apresiasi dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta penyerahan penghargaan yang berlangsung di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan atas capaian pengujian pangan jajanan anak sekolah yang mendukung pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa keamanan pangan merupakan bagian penting dari upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
Menurutnya, upaya mewujudkan pangan yang aman tidak cukup hanya melalui pengawasan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, desa hingga pasar tradisional.
“Keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, edukasi dan pengawasan harus terus diperkuat agar masyarakat semakin sadar dalam memilih, mengolah, menyediakan, dan mengonsumsi pangan yang aman,” demikian pesan penting dalam pelaksanaan program tersebut.
Pada pilar Desa Pangan Aman, Kabupaten Gorontalo mengintervensi Desa Tabumela, Kecamatan Tilango, dan Desa Huidu, Kecamatan Limboto Barat. Kedua desa ini didorong membangun kemandirian masyarakat dalam mengawasi keamanan pangan melalui pembentukan kader, penguatan komunitas, serta integrasi kegiatan dengan program Posyandu, PKK, Karang Taruna dan kegiatan kemasyarakatan lainnya.
Upaya tersebut diperkuat melalui penerbitan surat keputusan dan rencana aksi desa, sehingga pengawasan keamanan pangan dapat menjadi bagian dari kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.
Pada pilar Sekolah yang Membudayakan Keamanan Pangan, program dilaksanakan melalui intervensi penuh di SDN 4 Telaga, SMPN 1 Limboto.
Sementara itu, melalui pilar Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas, intervensi dilakukan di Pasar Kayubulan, Limboto. Program ini diarahkan untuk membangun lingkungan pasar yang sehat dan nyaman, meningkatkan pemahaman pedagang mengenai keamanan pangan, serta memperkuat peran komunitas pasar dalam mencegah peredaran pangan yang mengandung bahan berbahaya.
Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan adanya peningkatan skor audit, keaktifan komunitas pasar, serta perbaikan fasilitas dan perilaku pedagang. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong pengelolaan pasar yang lebih sehat dan aman bagi masyarakat.
Keberhasilan pelaksanaan ketiga pilar tersebut menunjukkan bahwa penguatan keamanan pangan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat. Pemerintah daerah bersama BBPOM di Gorontalo terus mendorong agar capaian program tidak berhenti pada penghargaan, tetapi berkembang menjadi kebiasaan dan budaya hidup sehat.
Melalui pengawasan mandiri, edukasi berkelanjutan, dan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, Pemerintah Kabupaten Gorontalo berharap keamanan pangan semakin terjamin, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, serta lingkungan desa, sekolah dan pasar menjadi lebih sehat dan berdaya.
Salah satu capaian menonjol pada pilar ini adalah keterlibatan Pramuka Saka POM dalam pengujian pangan jajanan anak sekolah. Sebanyak 2.052 sampel berhasil diuji, melampaui target 1.600 sampel atau mencapai 128,3 persen, dengan jangkauan 101 sekolah.
Capaian tersebut mendukung pemecahan rekor MURI untuk kategori pengujian keamanan pangan jajanan anak sekolah secara seri dengan sampel terbanyak. (*)










