LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Keluarga almarhum Pitagus Bagas Widodo menyatakan keberatan terhadap pernikahan Lexsha Maharani W. Usman yang dijadwalkan pada pekan mendatang.
Keberatan ini muncul setelah pihak keluarga dari ayah kandung Lexsha merasa tidak dilibatkan dalam musyawarah mengenai masa depan serta tumbuh kembang anak tersebut sejak kehilangan kedua orang tuanya dalam kecelakaan pesawat Adam Air pada tahun 2007.
Sejak kejadian tragis tersebut, Lexsha dibesarkan oleh nenek dan kakeknya dari pihak ibu, Maryam Hasan dan almarhum Yunus Usman, dengan alasan kemanusiaan.
Namun, keluarga dari almarhum ayahnya, termasuk kakek kandungnya, Bapak Aries Sujitno, dan pamannya, Gesang Prasojo, merasa bahwa mereka sengaja diabaikan dan dipisahkan dari kehidupan Lexsha.
Kini, setelah bertahun-tahun tidak mendapat akses yang layak terhadap Lexsha, keluarga dari pihak ayah merasa tersinggung atas undangan mendadak ke acara pernikahan tersebut.
Mereka menyayangkan keputusan sepihak yang dibuat oleh Maryam Hasan tanpa melibatkan keluarga besar ayah kandung dalam menentukan masa depan Lexsha.
Sebagai bentuk tanggung jawab, keluarga besar dari pihak ayah meminta agar pernikahan ini ditunda hingga ada musyawarah yang adil dan transparan.
Mereka juga menuntut klarifikasi terkait pengelolaan hak-hak Lexsha selama ini, yang dinilai tidak melibatkan keluarga ayah kandungnya secara layak.
Melalui pernyataan ini, keluarga besar Pitagus Bagas Widodo menegaskan kepedulian mereka terhadap masa depan Lexsha Maharani W. Usman dan berharap adanya solusi yang lebih adil bagi semua pihak yang berkepentingan.
Hormat kami : Keluarga Ayah Kandung Lexsha (Yuliana Sujitno)







