Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
HeadlineKota Gorontalo

Dekot Gorontalo Desak Dinas Pangan, Dinkes Awasi Ketat Program MBG

×

Dekot Gorontalo Desak Dinas Pangan, Dinkes Awasi Ketat Program MBG

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Totok Bachtiar Saat diwawancarai di kantor DPRD Kota Gorontalo

POTRETNEWS.ID ​Kota Gorontalo – Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Gorontalo, Totok Bachtiar, menuntut Dinas Pangan dan Dinas Kesehatan mengambil peran aktif dalam mengawal Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini muncul setelah masyarakat mengeluhkan rendahnya kualitas dan buruknya tata kelola pelaksanaan program tersebut di lapangan.

banner 325x300

​Totok menegaskan, kedua organisasi perangkat daerah (OPD) ini memikul tanggung jawab besar dalam menjamin standar mutu pangan. Dinas Pangan wajib memastikan ketersediaan dan kelayakan bahan baku, sementara Dinas Kesehatan harus menjamin kandungan gizi setiap porsi makanan yang sampai ke tangan anak-anak.

​“Pemerintah jangan hanya menjual slogan. Dinas terkait harus tahu pasti apakah makanan itu benar-benar bergizi atau tidak. Itu tugas mereka,” ujar Totok saat diwawancarai, Senin (02/03/2026).

​Meskipun program ini menggunakan dana APBN, Totok memastikan DPRD Kota Gorontalo tetap memiliki kewenangan pengawasan penuh. Ia merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 yang memandatkan DPRD untuk mengawasi setiap penggunaan anggaran negara di daerah.

​Terkait temuan masalah di Kecamatan Hulondalangi, Totok mengungkapkan bahwa kendala utama berada pada Satuan Pelaksana (SPPG), bukan pada penyedia fasilitas dapur. Ia menjelaskan peran SPPG memegang kendali atas pengadaan bahan, proses memasak, hingga pengemasan.

​“Hasil peninjauan lapangan menunjukkan masalah muncul dari pihak SPPG. Kami akan rutin memeriksa kepatuhan pengelola agar anak-anak tidak menerima makanan yang asal-asalan,” tegasnya.

​Di sisi lain, Totok mengapresiasi langkah tegas Walikota Gorontalo, Adhan Dambea, yang langsung melaporkan dinamika pelaksanaan MBG ini kepada Presiden.

Menurutnya, langkah yang diambil walikota Adhan sangat tepat untuk mengevaluasi efektivitas program di daerah.

​Ke depan, Dekot Gorontalo berkomitmen meningkatkan frekuensi pengawasan ke titik-titik produksi. Totok juga berencana mengatur distribusi beban kerja agar tidak terjadi penumpukan produksi di satu dapur tertentu, guna menjaga kualitas makanan tetap optimal dan merata.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *