POTRETNEWS.ID, -(KABGOR)- Sore itu, halaman Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo dipenuhi ratusan warga yang datang dengan langkah penuh harap. Matahari mulai merunduk di ufuk barat, namun semangat mereka tak surut. Para ibu menenteng kupon di tangan, anak-anak bermain riang di antara kerumunan, sementara aroma tanah basah dan rempah-rempah yang menempel di udara menambah kehangatan suasana.

Inilah Pasar Murah Tahun 2026, yang digelar pada pekan kedua Ramadhan 1447 Hijriah. Sebuah oasis kecil di tengah kecemasan masyarakat menghadapi lonjakan harga bahan pokok. Di antrean panjang yang tertib, terlihat kesabaran dan kegigihan warga, seolah setiap langkah mereka adalah doa yang tertumpuk. Kepala keluarga menatap daftar belanja dengan cermat, ibu-ibu saling berbagi senyum, dan tawa anak-anak yang menunggu di samping stan menambah riuh namun hangat suasana.
Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, hadir di tengah keramaian, disambut tepuk tangan dan senyum warga. Di sampingnya, Kejaksaan Negeri Kabupaten Gorontalo, Ketua DPRD, serta unsur Forkopimda turut hadir, menunjukkan sinergi dan komitmen lintas lembaga dalam menghadirkan keberpihakan kepada masyarakat. Bupati Sofyan menegaskan, pasar murah ini bukan sekadar urusan harga, melainkan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap rakyat.
“Di bulan Ramadhan, permintaan bahan pokok melonjak dan harga sering tak terkendali. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tidak hanya mendapatkan bahan pangan, tetapi juga rasa aman dan tenang,” ujarnya, suaranya mengalir hangat, menenangkan hati para warga yang hadir.
Berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi: beras Rp25.000 per 5 kilogram, cabai rawit Rp12.500 per seperempat kilogram, bawang merah Rp10.000 per setengah kilogram, dan minyak goreng Rp12.500 per liter. Setiap kantong belanja yang terisi menjadi simbol harapan, setiap senyum warga menjadi bukti keberhasilan kolaborasi lintas sektor pemerintah.
Menjelang senja, warga satu per satu meninggalkan lokasi. Langkah mereka ringan, kantong belanja penuh, wajah memancarkan rasa syukur yang tak terkatakan. Kehadiran Bupati Sofyan Puhi, Kejaksaan Negeri, Ketua DPRD, dan Forkopimda menjadi pengingat bahwa solidaritas dan kepedulian tidak hanya sekadar kata, tetapi tindakan nyata.
“Pasar Murah Tahun 2026 bukan sekadar soal harga terjangkau. Ia adalah kisah kepedulian, solidaritas, dan kebersamaan antara pemerintah dan rakyat, sebuah momentum yang menghangatkan hati di bulan suci Ramadhan, ketika harapan sederhana menjadi sangat berarti,” pungkas Bupati Sofyan Puhi, menutup kegiatan dengan senyum hangat yang menular ke seluruh warga. (Arb)








