Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahHukum & KriminalKabupaten Gorontalo

Warga Bongohulawa Meninggal Dunia Usai Tegur Orang Tak Dikenal, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

×

Warga Bongohulawa Meninggal Dunia Usai Tegur Orang Tak Dikenal, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan

Sebarkan artikel ini
Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri.
Example 468x60

POTRETNEWS.ID, KABGOR — Kepolisian Resor Gorontalo memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Djalaludin Mobonggi (62), warga Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, yang dikabarkan meninggal dunia pada Jumat siang, 20 Juni 2025.

Kapolres Gorontalo, AKBP Ki Ide Bagus Tri, S.I.K., mengungkapkan hal itu berdasarkan hasil visum yang diperoleh dari pihak medis RSUD MM Dunda Limboto.

banner 325x300

“Berdasarkan hasil visum, badan korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” jelas Kapolres saat dikonfirmasi pada Jumat malam.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk mendalami lebih lanjut peristiwa ini,” tegasnya.

Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 13.00 WITA, tak lama setelah pelaksanaan salat Jumat. Saat aparat tiba di lokasi kejadian, korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, kata AKBP Ki Ide Bagus Tri, menurut keterangan pihak rumah sakit, korban telah dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan atau sesaat setelah tiba di rumah sakit.

Ia mengaku, bahwa pihaknya telah meminta keterangan dari delapan orang saksi yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, identitas para saksi belum diungkapkan.

“Nanti kami sampaikan,” tandas AKBP Ki Ide Bagus Tri.

Kronologi Peristiwa

Dari Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa terjadi pada Jumat, 20 Juni 2025 sekitar pukul 12.00 WITA di kawasan Bumi Perkemahan, Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

Korban yang diketahui sebagai pensiunan ASN, sempat terlibat cekcok dengan sejumlah orang yang belum diketahui identitasnya. Berdasarkan keterangan anak korban, Icuk Mobonggi (40), saat itu terdapat sekelompok orang yang berkeliaran di sekitar rumah dengan membawa senjata tajam dan karung.

Melihat aktivitas mencurigakan, korban menegur mereka agar tidak mengambil barang-barang di sekitar lokasi. Sementara Icuk kemudian mengambil kamera untuk merekam kejadian, namun beberapa dari mereka justru mengeluarkan senjata tajam.

Icuk langsung melarikan diri ke masjid untuk meminta bantuan karena kejadian bertepatan dengan waktu salat Jumat.

Sementara itu, menurut keterangan istri korban, Fatmawaty Djuo (58), saat kejadian dirinya berada di dalam rumah. Korban dan anaknya (Icuk) berada di halaman rumah.

Ketika Icuk kembali ke rumah, ia menemukan ayahnya sudah dalam keadaan tidak bernyawa.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan penyelidikan dan belum dapat memastikan apakah kejadian ini murni insiden mendadak atau ada unsur pidana di dalamnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *