POTRETNEWS.ID, Gorontalo – Kepala LLDIKTI Wilayah 16, Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., memberikan apresiasi atas perjalanan panjang Universitas Gorontalo (UNIGO) yang kini memasuki usia ke-24 tahun.
Ia menilai, sampai saat ini UNIGO telah memberikan kontribusi besar dalam pembangunan daerah, terutama melalui alumni-alumni yang berprestasi.
“Sudah dua dekade lebih Universitas Gorontalo (UNIGO) berkiprah. Bahkan jika dihitung dalam bentuk yang lama (STIE) perguruan tinggi ini diperkirakan sudah 40, tapi dari UNIGO sendiri memang baru 24, dan bukan angka yang kecil,” ujar Munawir, Senin (14/7/2025).
Tak hanya itu saja, Bagi dia, UNIGO juga telah banyak berkiprah dan kontribusi begitu besar dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
“Sudah banyak kiprah yang dilakukan, kontribusinya sudah sangat besar sekali khususnya dalam mengeluarkan atau meluluskan alumni-alumni yang berprestasi, contohnya seperti ketua DPRD Kabupaten Gorontalo,” katanya.
Lebih jauh, ia menekankan pentingnya peran UNIGO dalam menyediakan SDM unggul untuk mendorong pembangunan, tidak hanya di Kabupaten Gorontalo, tetapi juga pada tingkat regional dan nasional.
“Tentunya kiprah ini sangat membantu daerah, karena kehadiran UNIGO ini kan untuk menyediakan SDM-SDM yang unggul untuk membangun tidak hanya Kabupaten Gorontalo, tapi juga wilayah yang lain bahkan kiprahnya nasional,” tegasnya.
Dalam refleksi usia ke-24 tahun Universitas Gorontalo, Munawir juga mengapresiasi arah kebijakan yang telah disampaikan Rektor UNIGO, termasuk peningkatan relevansi jurusan, mutu pendidikan, dan hilirisasi hasil riset menuju target perguruan tinggi unggul di tahun 2030.
“Kedepan sebagai bentuk refleksi umur ke 24 tahun ini kan Pak Rektor kemarin sudah jelas diwisuda menyampaikan ada beberapa arah kebijakan misalnya meningkatkan relevansi jurusan, kemudian meningkatkan mutu, di tahun 2030 kan ada target menjadi unggul, kemudian, hirilisasi hasil-hasil riset,” tuturnya.
Ia pun menegaskan dukungan penuh terhadap upaya tersebut, dengan catatan penting bahwa keunggulan sebuah perguruan tinggi harus diukur dari dampak riil yang dirasakan masyarakat.
“Tentunya saja ini sangat kami dukung, dan yang paling penting itu sekarang cara melihat apakah UNIGO ini punya mutu, punya keunggulan, punya daya saing dalam melihat apa dampak yang diberikan UNIGO kepada masyarakat Gorontalo,” tambah Munawir.
Ia mengingatkan agar UNIGO tidak menjadi menara gading yang hanya sibuk dengan teori tanpa memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.
“Jadi kita tidak berharap UNIGO menjadi menara gading yang sibuk dengan mengulas teori penelitian di kampusnya sendiri, tapi ternyata manfaat tidak dirasakan oleh masyarakat atau daerah sekitar,” ungkapnya.
Karena itu, Munawir mendorong agar potensi-potensi di UNIGO seperti talenta, riset, dan program-program dikembangkan sesuai kebutuhan daerah.
“Ini yang kita minta, di usia UNIGO yang ke 24 tahun kemudian direfleksikan dalam bentuk melihat kembali apa potensi-potensi yang ada di UNIGO, potensi talenta, potensi riset, potensi program, yang kemudian relevan dengan kebutuhan daerah itu yang harus dikembangkan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa riset yang dihasilkan tidak boleh hanya berhenti di laporan dan perpustakaan, tetapi harus memberi manfaat langsung ke masyarakat.
“Makanya kedepan riset-riset yang ingin dihirilisasi oleh Pak Rektor itu harus sejalan dengan kebutuhan daerah. Daerah butuh apa,” tegasnya.
“Jangan sampai kita terlalu canggih melakukan penelitian ternyata itu hanya selesai di laporan penelitian sampai di perpustakaan,” lanjut Munawir.
“Yang kita harapkan itu, apa yang diteliti oleh UNIGO, program-program penelitian, pengabdian itu memang dirasakan langsung oleh masyarakat–supaya perekonomian tumbuh, daerah tumbuh,” tambahnya.
Diakhir pernyataannya, Munawir menyampaikan harapannya agar UNIGO terus merefleksikan perjalanannya dan memastikan dampaknya benar-benar terasa di masyarakat dan daerah sekitarnya.
“Itulah menurut saya refleksi yang harus dilakukan UNIGO di umur yang ke 24 ini, selain mempertahankan prestasi-prestasi yang sudah ada, capaian-capaian yang sudah ada, tentu saja harus merefleksi, melihat apakah UNIGO ini sudah memang betul-betul dirasakan keberadaannya, dampaknya oleh masyarakat dan daerah sekitarnya,” tandasnya. (*)










