Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
GorontaloUniversitas Gorontalo

Dari 80 Perguruan Tinggi, LLDIKTI Wilayah XVI: Sembilan Diantaranya UNIGO Termasuk ‘Baik Sekali’

×

Dari 80 Perguruan Tinggi, LLDIKTI Wilayah XVI: Sembilan Diantaranya UNIGO Termasuk ‘Baik Sekali’

Sebarkan artikel ini
Kepala LLDIKTI bersama Civitas Akademika UNIGO.
Example 468x60

POTRETNEWS.ID, Gorontalo – Di antara lebih dari 80 perguruan tinggi di bawah naungan LLDIKTI Wilayah XVI, hanya sembilan yang mampu meraih akreditasi institusi B atau Baik Sekali. Universitas Gorontalo (UNIGO) salah satunya.

Di usia yang menginjak 24 tahun, posisi ini tak hanya menjadi prestasi, tetapi juga titik refleksi untuk melangkah lebih maju menuju akreditasi Unggul di tahun 2030.

banner 325x300

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala LLDIKTI, Munawir Sadzali Razak, S.IP., M.A., Senin (14/2025).

Munawir menyatakan bahwa posisi strategis Universitas Gorontalo (UNIGO) sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di wilayah 16, masuk dalam 10% institusi yang berhasil meraih akreditasi B atau “Baik Sekali.”

“Parameternya sederhana, dari 83 lebih perguruan tinggi yang ada di wilayah 16, hanya sembilan yang memiliki peringkat akreditasi institusi B atau Baik Sekali. Salah satunya Universitas Gorontalo (UNIGO), itu sudah lama. Dan itu kan berarti masuk 10% yang terbaik di antara yang ada,” ujar Munawir.

Ia mengatakan, capaian akreditasi tersebut merupakan hasil dari akumulasi banyak parameter. Namun, UNIGO dinilai unggul dalam beberapa aspek penting yang berkaitan langsung dengan mutu kelembagaan, seperti rasio dosen bergelar akademik dan berpendidikan tinggi.

“Akreditasi itu memang sudah akumulasi dari semua parameter, tapi kalau kita masuk lebih dalam lagi, ada beberapa parameter UNIGO itu unggul, misalnya rasio jumlah dosen yang memiliki pangkat akademik, memiliki kualifikasi pendidikan—UNIGO unggul di situ, kapasitas-kapasitas dosennya,” jelasnya.

Munawir menjelaskan bahwa dalam perspektif pengembangan institusi, perguruan tinggi idealnya tidak hanya memenuhi standar minimal dosen berpendidikan S2, tetapi juga mampu melampaui standar itu.

“Dibandingkan yang lain, rasio jumlah dosen yang S3. Kan minimal dosen itu S2, sementara harapan kita perguruan tinggi itu tidak hanya memenuhi standar, tapi dia harus melampaui standar. Berarti pelampauan standar adalah dosen harus S3, dan salah satu keunggulan UNIGO adalah sudah banyak dosen yang sudah S3, sudah banyak prodi-prodi S2-nya juga, tambah prodi-prodi baru,” lanjutnya.

Dengan sumber daya manusia yang memadai dan program studi yang berkembang, Munawir berharap UNIGO dapat terus mempertahankan dan memperbaiki capaian yang telah ada, terutama agar kegiatan tridharma perguruan tinggi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Di umur UNIGO yang ke-24 ini, harapan kami UNIGO mempertahankan capaian-capaian bagus yang sudah ada, mengevaluasi capaian-capaian yang sudah ada, dan yang paling penting memastikan program-program UNIGO ke depan, kegiatan tridharma maupun program-program pengembangan, itu semua harus memberikan dampak pada daerah, pada masyarakat sekitar,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya dinilai dari banyaknya penelitian atau aktivitas akademik, tetapi dari sejauh mana hasil-hasil itu berdampak nyata terhadap lingkungan sekitar.

“Jadi jangan sibuk dengan penelitian dengan teori-teori di kampus menjadi menara gading, tapi harus dirasakan manfaatnya, implementasi dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *