KABGOR – Nama Provinsi Gorontalo baru saja harum usai event nasional Penas XVII.
Banyak kebanggaan yang diraih oleh daerah ini setelah sukses menggelar event itu, meski sedikit menyisakan drama, saling klaim.
Beberapa lokasi masih terjaga sisa sisa Penas. Namun dibeberapa titik lokasi sampah masih cukup banyak berserakan.
Misalnya diareal gelar teknologi kebun jagung. Sampah disitu masih terlihat menumpuk. Kantong kantong plastik hitam sampah masih ada. Bekas kotak nasi dan botol plastik air mineral juga masih ada.
Lain lagi dikawasan bekas pameran Expo. Hamparan luas itu tampak sampah berserakan. Beberapa hari lalu memang terlihat box kontainer. Kabarnya untuk mengangkut material kayu dan papan triplek berukuran besar. Kata warga disana, bekas bekas kayu itu dimuat didalam. Pihak panitia katanya.
Tersisa kini sampah plastik, botol mineral, kertas kertas, dan penggalan kayu kayu kecil. Hamparan luas itu kini mengoleksi sampah yang berserakan, cukup banyak.
Kadang sampah itu dibawa angin keluar hingga keruas jalan. Keareal komplek perumahan, juga hingga kejalan besar depan kantor Kementerian Haji depannya.
Muncul pertanyaan. Sampah ini nantinya siapa yang bertanggungjawab. Sebab jika sudah ada 8 hari berlalu, maka jangan sampai, bekas sampah ini tidak ada yang mengurusnya.
Aleg Gerinda Kabupaten Gorontalo Ramsi Sondakh cukup menyoroti soal itu. Sebab sukses kegiatan kemarin, diakuinya sangat mengangkat nama Gorontalo.
Lantas soal sampah harus bertanya kesiapa.” Kemarin ada nama- nama yang bersinar karena suksesnya Penas XVII di Gorontalo. Kita bangga untuk itu. ” Ucapnya.
” Namun dengan sisa sampah ini. Hampir sudah ada seminggu lebih, tidak ada yang peduli akan hal itu. Lantas ?!. Suksesnya kesiapa, yang menanggung sampah siapa. Kan akhirnya kita didaerah yang mendapat pertanyaan masyarakat. Sisa sampah pak siapa yang urus!?,” ucap Iyon sapaan akrabnya.
Iyon hanya berharap. Kiranya perhatian pemerintah pada sampah sisa Penas tetap ada. Khususnya pemerintah Provinsi Gorontalo. Karena kalau ini urusan kepanitiaan khusus dibeberapa titik itu, sekarang mereka telah kembali ke Jakarta. Kita didaerah bagaimana.
” Jangan disaat sukses. Ada saling klaim. Itu karena kerja kami atau apa. Nah ini ada sisa sampah, siapa yang bertanggungjawab.
Diakhir acara mengklaim, kita loh ini. Maka diakhir pun harusnya begitu. Lebih bertanggung jawab lagi, jangan hanya diam,” tegas Ramsi Sondakh. (*)











