Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Uncategorized

Gelombang Protes Kembali Mengguncang Polda Gorontalo, Desakan Tutup Tambang Ilegal di Pohuwato

×

Gelombang Protes Kembali Mengguncang Polda Gorontalo, Desakan Tutup Tambang Ilegal di Pohuwato

Sebarkan artikel ini
Sejumlah mahasiswa padati depan Mapolda Gorontalo.
Example 468x60

POTRETNEWS.ID, Gorontalo – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Menuntut Perubahan (GMMP) kembali menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolda Gorontalo, Rabu (30/4/2025).

Aksi ini merupakan kali kedua mereka turun ke jalan dalam sepekan terakhir, setelah sebelumnya menggelar aksi pada Kamis, 24 April 2025.

banner 325x300

Adapun tuntutan massa aksi itu, antara lain menuntut pihak kepolisian agar segera menutup pertambangan emas ilegal di Pohuwato dan mendesak penangkapan terhadap aktor utama yang diduga terlibat, Yosar Ruiba.

“Kami datang lagi karena belum ada tindaklanjut dari laporan kami. Aktor utama tambang ilegal, Yosar Ruiba, belum juga ditangkap. Aktivitas PETI di wilayah Bulangita dan Teratai pun masih terus berlangsung,” ujar Andi Taufik, koordinator aksi GMMP, dalam orasinya.

Pasalnya, aktivitas tambang tanpa izin itu dituding sebagai biang kerusakan lingkungan yang masif, mulai dari pencemaran sungai, hilangnya lahan produktif, hingga memburuknya kualitas kesehatan masyarakat sekitar. Namun, di tengah sorotan tajam itu, Polda Gorontalo seakan memilih bungkam.

Andi Taufik, selaku koordinator aksi GMMP, dalam orasinya menyampaikan, Polda Gorontalo seakan diam melihat berbagai pelanggaran hukum yang sat ini terjadi di Pertambangan Emas Ilegal (PETI).

“Diamnya Polda Gorontalo adalah bentuk pengkhianatan terhadap rasa keadilan masyarakat. Mereka seolah-olah buta dan tuli terhadap pelanggaran hukum seperti kerusakan lingkungan di sana,” ujar Andi Taufik.

Sejak kerusuhan besar pada September 2023 lalu, keberadaan PETI di Pohuwato memang jadi sorotan. Aktivitas tambang ilegal disebut-sebut sebagai biang kerusakan lingkungan yang kian masif. Sungai tercemar, lahan produktif hilang, hingga kualitas kesehatan masyarakat yang kian memburuk. Namun, di tengah situasi genting itu, Polda Gorontalo tetap bergeming.

“Diamnya Polda Gorontalo adalah bentuk pengkhianatan terhadap rasa keadilan masyarakat. Mereka seolah-olah buta dan tuli terhadap pelanggaran hukum seperti kerusakan lingkungan di sana,” ucap Andi lantang.

Pada aksi kali ini, GMMP tidak hanya menyampaikan pendapat dimuka umum, mereka juga membawa sejumlah bukti visual berupa foto dan video aktivitas tambang ilegal yang berlangsung terang-terangan.

Dalam dokumentasi itu, terlihat alat berat jenis ekskavator masih beroperasi di kawasan hutan dan bantaran sungai tanpa pengawasan maupun izin resmi.

Beberapa sumber menyebut adanya keterlibatan oknum aparat dan pejabat dalam aktivitas di tambang ilegal. Dugaan ini pun semakin menguat, mengingat sikap bungkamnya Polda Gorontalo, meski desakan publik dan laporan resmi sudah berkali-kali dilayangkan.

“Kami sudah bersuara secara terbuka, menyampaikan aduan resmi, bahkan datang langsung dalam audiensi. Tapi sampai sekarang, tidak ada penindakan dari pihak Polda Gorontalo. Ini semakin mencurigakan,” kata Andi.

Kian hari, kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum itu kian tergerus. Andi Taufik yang juga mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, memperingatkan pihak Polda Gorontalo.

Pihaknya mengatakan, jika tidak lagi ada langkah konkret dari pihak Polda Gorontalo, maka ada gelombang protes besar-besaran yang akan terjadi. Mereka bahkan berencana melibatkan masyarakat sipil lintas daerah dalam aksi selanjutnya.

“Jika institusi penegak hukum tidak bisa dipercaya, kepada siapa lagi rakyat harus berharap?” tukasnya. (*)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *