POTRETNEWS.ID, GORONTALO – Kekecewaan dan kemarahan muncul dari kalangan aktivis dan mahasiswa setelah aksi unjuk rasa di depan Polda Gorontalo, yang diduga berujung tindakan represif aparat kepolisian terhadap peserta aksi.
Insiden tersebut menjadi pemantik suara keras dari mantan Wakil Presiden BEM UNUGO Mohamad Rusli Laki, yang menyatakan bahwa tindakan tersebut bukan hanya bentuk pelanggaran etika kepolisian, tetapi juga penghianatan terhadap nilai demokrasi.
“Mereka datang untuk menyampaikan kebenaran, tetapi yang terjadi justru tindakan kekerasan yang melukai hati para aktivis. Ini mencoreng wajah institusi kepolisian, jujur kami kecewa terhadap tindakan kepolisian Polda Gorontalo” tegas Rusli kepada awak media senin (24/11/2025).
Ia menyebut, tindakan tersebut tidak dapat dibiarkan dan harus segera ditindaklanjuti oleh Kapolda Gorontalo dengan langkah tegas serta transparan.
“Maka dari itu, saya pribadi mengutuk keras tindakan aparat, yang diduga mencelakai mahasiswa bahkan sampai jatuh dalam kobaran api saat menyampaikan aspirasi. Negara ini tidak boleh tunduk pada intimidasi,”jelasnya.
Pernyataan itu semakin keras ketika Rusli Laki mengingatkan, bahwa diamnya pucuk pimpinan kepolisian daerah dapat memicu aksi lanjutan yang lebih besar.
“Apabila Kapolda Gorontalo tidak mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang terlibat, maka jangan salahkan mahasiswa bila kami akan melakukan aksi lanjutan di Polda Gorontalo. Gerakan ini tidak akan berhenti sebelum keadilan ditegakkan.”pungkasnya.






