KABGOR – Upaya percepatan transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digencarkan di Gorontalo. Mengambil momentum peringatan Milad ke-45 Yayasan Duluo Limo Pohalaa, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Limboto hadir memboyong ekosistem transaksi nontunai langsung ke tengah masyarakat.
Langkah strategis ini menjadi komitmen nyata BRI dalam memperluas jangkauan inklusi serta literasi keuangan digital di Gorontalo. Di lokasi acara, BRI Limboto membuka booth pelayanan khusus untuk memfasilitasi kebutuhan perbankan pengunjung maupun para pedagang lokal.
Kenalkan QRIS hingga BRImo
Fokus utama BRI Limboto dalam kegiatan tersebut adalah mengedukasi para pengusaha lokal agar lebih adaptif menghadapi era ekonomi digital. Melalui tim Relationship Manager Transaction (RMT) yang dipimpin Ayu Buchari, para pelaku usaha didampingi secara langsung untuk registrasi merchant QRIS, aktivasi super app BRImo, hingga pengenalan layanan Qita.
Pemimpin Cabang BRI Limboto, I Gede Suryawan, menyampaikan bahwa partisipasi BRI pada ajang kemasyarakatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan langkah konkrit untuk membangun kebiasaan transaksi yang modern.
”Partisipasi ini menjadi momentum bagi kami untuk meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat. Kami ingin mendorong masyarakat dan pelaku UMKM agar semakin terbiasa menggunakan layanan perbankan yang praktis, aman, dan efisien,” ungkap I Gede Suryawan.
Antusiasme Masyarakat Meningkat
Kehadiran layanan digital BRI mendapat sambutan hangat dari pengunjung dan pelaku usaha setempat. Banyak pedagang yang langsung mendaftarkan usahanya untuk memfasilitasi pembayaran QRIS guna mempermudah pembeli bertransaksi secara instan dan aman tanpa perlu kembalian uang tunai.
Melalui kemudahan akses perbankan digital ini, BRI Cabang Limboto optimistis daya saing UMKM lokal akan semakin kuat, sekaligus mempererat hubungan kemitraan dengan masyarakat Gorontalo secara berkelanjutan. (*)










