POTRETNEWS.ID, POHUWATO – Polemik terkait isu yang beredar di media sosial atas berdamainya kepala desa Sukamakmur bersama oknum karyawan perusahaan mendapatkan bantahan keras.
Menurut Kepala Desa Sukamakmur Badrun Yonu, bahwa kalimat damai yang dilontar oleh salah satu oknum karyawan perusahaan di akun pribadi facebooknya tidaklah benar adanya.
Yang benar kata Badrun, dirinya hanya menandatangani surat jaminan kepada masyarakat yang telah di tahan kendaraan mereka untuk tidak memasuki kawasan produksi tanpa izin dari pihak perusahaan.
“Saya juga menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh oknum karyawan perusahaan tersebut, yang menyebut saya telah berdamai dengan dirinya,”ungkap Badrun kepada awak media melalui saluran telefon WhatsApp, selasa (11/08/2026).
Badrun Yonu menegaskan, bahwa gerakan yang dilakukan pada hari Senin tanggal 10 Agustus tersebut, merupakan respon langsung dari masyarakat Pohuwato.
“Gerakan kami murni untuk rakyat Pohuwato, terlebih masyarakat penambang yang mendapatkan kata-kata tidak baik dari beliau, sehingga harapan kami agar oknum karyawan perusahaan tersebut di berikan sanksi tegas dan harus dikeluarkan dari Pohuwato,”terangnya.
Selain membantah persoalan Damai, Badrun Yonu juga mempertanyakan atas dasar apa oknum karyawan perusahaan tersebut, membuat atau menyusun surat pernyataan damai yang mencatut namanya diruang publik saat ini.
“Kalau dia bilang ada surat pernyataan dan sebagainya, ngana sendiri yang bikin lagi, bukan torang,” ujarnya.
Ia juga mengakui adanya persoalan terkait nomor kontak yang tercantum dalam surat tersebut. Menurutnya, nomor yang ditulis bukan nomor yang semestinya digunakan atau terdapat kesalahan pencantuman.
“Yang pasti, pernyataan itu semua hoaks Tidak benar adanya, karena gerakan kami adalah gerakan rakyat yang sudah mendapatkan respon dari legislatif dan eksekutif, ditandai dengan penandatanganan fakta integritas untuk pencopotan oknum karyawan dari perusahaan,”pungkasnya.











