Potretnews.id, Kota Gorontalo – Dunia olahraga di Kota Gorontalo tengah menghadapi situasi yang memprihatinkan. Hingga pertengahan tahun 2026, kepengurusan baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Gorontalo belum juga dilantik, meski ketua terpilih telah ditetapkan sejak akhir tahun lalu.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada belum cairnya anggaran hibah yang menjadi sumber pembiayaan berbagai cabang olahraga (cabor) di daerah.
Direktur RS Aloei Saboe, , diketahui telah terpilih sebagai Ketua KONI Kota Gorontalo sejak Desember 2025. Bahkan, Surat Keputusan (SK) dari telah diterbitkan pada Januari 2026. Namun hingga kini, proses pelantikan kepengurusan belum terlaksana.
Akibatnya, KONI Kota Gorontalo belum memiliki dasar administratif yang kuat untuk mengakses dan mencairkan anggaran hibah dari . Padahal, anggaran tersebut menjadi penopang utama pembinaan atlet dan operasional organisasi olahraga di tingkat kota.
Seorang pemerhati olahraga yang enggan disebutkan namanya menilai keterlambatan pelantikan ini berpotensi menghambat pembinaan prestasi olahraga di Kota Gorontalo.
Menurutnya, ketidakpastian tersebut membuat banyak pengurus cabang olahraga kesulitan menyusun program kerja maupun mempersiapkan atlet untuk menghadapi agenda kompetisi tingkat provinsi.
“Cabang olahraga saat ini berada dalam posisi yang serba sulit. Mereka harus menyiapkan atlet untuk Kejuaraan Provinsi, tetapi dukungan anggaran belum jelas karena KONI Kota Gorontalo belum resmi dilantik,” ujarnya.
Situasi tersebut semakin menjadi perhatian karena sejumlah cabang olahraga tengah mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda . Tanpa dukungan pendanaan yang memadai, proses latihan, pemusatan latihan, hingga kebutuhan operasional atlet berpotensi terganggu.
Selain berdampak pada atlet, keterlambatan pelantikan juga menimbulkan pertanyaan publik mengenai keberlanjutan tata kelola organisasi olahraga di Kota Gorontalo. Pasalnya, keberadaan kepengurusan definitif menjadi faktor penting dalam menjalankan roda organisasi sekaligus memastikan program pembinaan olahraga tetap berjalan.
Para pelaku olahraga berharap proses pelantikan dapat segera dilakukan agar kepengurusan baru dapat bekerja secara penuh. Dengan demikian, pencairan anggaran hibah dapat diproses dan kebutuhan cabang olahraga menjelang berbagai ajang kompetisi dapat terpenuhi.
Di tengah tingginya harapan masyarakat terhadap peningkatan prestasi olahraga daerah, kepastian kepengurusan KONI Kota Gorontalo dinilai menjadi langkah awal yang harus segera diselesaikan agar pembinaan atlet tidak terus berada dalam ketidakpastian.
Sampai dengan berita ini diterbitkan, pihak redaksi membuka hak jawab atas segala informasi yang ditayangkan.











