Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Uncategorized

Sugondo Ingatkan Pendidikan Agama Tanggung Jawab Sekolah dan Guru Ngaji

×

Sugondo Ingatkan Pendidikan Agama Tanggung Jawab Sekolah dan Guru Ngaji

Sebarkan artikel ini
{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":["local"],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"addons":3,"transform":4,"adjust":2},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}
Example 468x60

KABGOR – Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo Sugondo Makmur mengingatkan orang tua bahwa pendidikan agama bukan semata hanya menjadi tanggung jawab pihak kepada sekolah dan guru mengaji. Keluarga, kata Sugondo, merupakan tempat pertama anak mengenal dan belajar mencintai Al-Qur’an.

Pesan tersebut disampaikan Sugondo saat menghadiri peluncuran program Tahtaqu (Tahsin, Tahfidz Al-Qur’an), yang berlangsung di Masjid Agung Baiturrahman, Jumat (25/9/2026).

Program Tahtaqu adalah bagian dari upaya membangun kualitas manusia. Program ini akan menggodok para santriwati dan santriwati untuk melakukan tahsin dan tahfidz Al Qur’an selama waktu tertentu.

Sugondo menambahkan, pembangunan daerah perlu berjalan bersama dengan pembangunan karakter dan nilai keagamaan. “Di sinilah Al-Qur’an memiliki posisi yang sangat penting. Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi dipelajari, dihafal, dipahami, diamalkan, dan dijadikan pedoman hidup. Oleh karena itu, saya menyambut baik hadirnya program Tahtaqu ini sebagai bagian dari ikhtiar bersama membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an,” tegasnya.

Ia menjelaskan, tema Satu Hati Bersama Al-Qur’an yang diusung dalam kegiatan ini mengandung pesan tentang pentingnya keterlibatan orang tua, guru, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dalam pendidikan anak.

“Jangan serahkan pendidikan agama anak hanya kepada sekolah atau guru mengaji. Pendidikan pertama dan utama seorang anak adalah keluarga, dan rumah harus menjadi tempat pertama anak mengenal Al-Qur’an. Kalau kita ingin anak kita cinta Al-Qur’an, maka kita harus terlebih dahulu menunjukkan cinta kita kepada Al-Qur’an,” ulasnya.

Sugondo juga mengapresiasi para guru, ustadz, dan ustadzah yang mengajarkan Al-Qur’an. Ia menilai peran mereka tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga pembentukan karakter anak.

“Tugas saudara-saudara bukan hanya mengajarkan huruf, tajwid, dan hafalan, tetapi juga menanamkan nilai, membentuk karakter, dan menyiapkan generasi masa depan,” pungkas Sugondo.

(Tim Redaksi)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *