POTRETNEWS.ID, KABGOR – Sejumlah pedagang sapi atau blantik menolak berjualan di lokasi pasar hewan yang telah disiapkan Pemerintah Daerah (Pemda) Gorontalo. Mereka beralasan bahwa lokasi tersebut terlalu panas dan tidak layak digunakan sebagai tempat transaksi jual beli hewan ternak.
“Saya tidak mau menurunkan sapi dari mobil. Alasannya, lokasi yang disediakan panas. Kalau sampai pukul 08.00 WITA kami tidak diizinkan berjualan di lokasi milik Haji Umar, maka kami akan pindah ke Bongomeme,” ujar salah satu pedagang, Rabu (7/5/2025).
Para pedagang mengungkapkan bahwa sapi-sapi yang mereka bawa adalah sapi kandang yang tidak tahan panas. Mereka khawatir kondisi tersebut bisa membahayakan hewan ternak mereka.
“Sapi kami ini sapi kandang yang tidak tahan panas. Kalau dipaksakan di lokasi yang disediakan Pemda dan terjadi apa-apa, siapa yang bertanggung jawab?” sambungnya.
Menanggapi hal tersebut, Umar Mootalu selaku tokoh masyarakat menegaskan bahwa para pedagang seharusnya mematuhi kesepakatan yang telah dibuat bersama pemerintah daerah.
“Saya dan Pak Roni Harun sudah sepakat di hadapan Pemda bahwa pasar hewan kali ini akan dilaksanakan di lokasi milik Roni Harun. Saya harap pedagang menaati peraturan yang telah ditetapkan,” tegas Umar.
Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah berjaga sejak pukul 05.00 WITA di Jalan Trans Sulawesi, Kecamatan Pulubala. Kehadiran mereka untuk mengatur arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kemacetan akibat aktivitas pasar. (*)







