POTRETNEWS.ID, -(KABGOR)- Chat dugaan gratifikasi yang diduga dilakukan antara dr. Alaludin Lapananda kala masih menjabat sebagai direktur RS. Dunda Limboto dengan perempuan Rizmayanty Intan sampai hari ini masih menjadi tamparan keras bagi pemerintah Kabupaten Gorontalo saat ini.
Sembari menunggu pemeriksaan MPHD pemerintah kepada yang bersangkutan, kalangan aktivis justru menganggap lucu akan pernyataan EX direktur RS itu adalah urusan penganggaran Sapi Qurban
“Drama apa lagi yang coba dimainkan oleh dr. Alaludin. Katanya dana untuk sapi qurban, sangat lucu dan tak masuk akal, ” ungkap Rahmat Mamonto.
Betapa tidak, jelas jelas dalam tangkapan layar sang ibu Rizma menyebut Proyek, ‘awal proyek minta minta uang sama saya’. Apalagi si Ibu ada rekamannya. Maka ini sangat bertolak belakang dengan alasan dr. Alaludin yang bilang itu urusan Sapi Qurban. ” Terlalu lucu pak, Dramanya,” Tukasnya.
Untuk itu dia meminta Bupati agar tegas dengan kasus dugaan gratifikasi ini dan meminta tim MPHD yang nanti akan berkoordinasi dengan beliau agar tegak lurus, benar benar menseriusi hal itu.
” Ya, karena biar bagaimana pun, kasus ini sangat menampar muka pemerintah,” tegas Mamonto.
Bahkan ketika ini bergulir, DPRD yang kabarnya sudah akan menjadwalkan hearing akan kasus itu juga mendesak agar serius akan kasus itu,
” Paling tidak jangan kemasukan angin atau apalah. Karena ini demi nama baik rakyat Kabupaten Gorontalo dan pemerintah,” Tandasnya. (Arb)







