Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DaerahGorontalo

Alumni Kecam Mundurnya Sofyan Abdullah, Yosep Ismail : Dirinya Lebih Utamakan Kepentingan Pribadi

×

Alumni Kecam Mundurnya Sofyan Abdullah, Yosep Ismail : Dirinya Lebih Utamakan Kepentingan Pribadi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POTRETNEWS.ID -(KAMPUS)- Pengunduran diri Sofyan Abdullah, dari jabatan Rektor Universitas Gorontalo (UG) kian menuai kritik keras. Kali ini datang dari Yosep Ismail, salah satu alumni UG, yang secara terbuka mengecam keputusan Sofyan.

Menurut Yosep, sikap Sofyan Abdullah jauh dari sikap seorang pemimpin. Alih-alih memperjuangkan marwah Universitas Gorontalo, Sofyan justru dianggap lebih mementingkan kepentingan pribadinya.

banner 325x300


“Pengunduran diri Sofyan Abdullah bukan karena persoalan sevisi dengan yayasan, itu hanya alasan klise. Fakta yang terlihat justru ia sibuk dengan kepentingan pribadi di luar kampus,” tegas Yosep.

Kritik itu bukan tanpa alasan. Yosep mengungkapkan bahwa aktivitas Sofyan belakangan ini sering ditampilkan secara terbuka melalui unggahan di fitur story WhatsApp.

Dalam salah satu unggahan, Sofyan tampak menghadiri kegiatan bersama sejumlah pejabat di luar daerah, bahkan menuliskan dirinya sedang bersama Wali Kota Pare-Pare.

“Ini sangat jelas memperlihatkan arah kepentingan Sofyan. Bagaimana mungkin seorang rektor yang seharusnya fokus membangun kampus, justru sibuk bergaul dengan pejabat luar daerah? Ini penghianatan terhadap amanah sebagai pimpinan universitas,” ujar Yosep dengan nada kecewa.

Ia menegaskan, seorang rektor bukan hanya pemimpin administratif, tetapi simbol intelektual dan moral bagi seluruh civitas akademika. Dengan keputusan mundur secara tiba-tiba dan ditambah indikasi kepentingan lain, Sofyan dinilai gagal menjaga kepercayaan itu.

“Universitas Gorontalo kehilangan figur yang seharusnya bisa berdiri tegak menghadapi tantangan. Sayangnya, Sofyan memilih jalan pintas. Bagi kami alumni, ini bukan hanya kekecewaan, tapi juga tamparan keras karena seorang rektor ternyata tak mampu menempatkan lembaga di atas kepentingan pribadinya,” pungkas Yosep. (Arb)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *