LENSA.TODAY, -(GORONTALO)- Semangat kebersamaan dan harapan baru menyelimuti Desa Ulapato B, Kecamatan Telaga Biru, Rabu (20/5/2026), saat Panglima Kodam XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus didampingi Danrem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Toga Parlindungan Sihotang bersama Pemerintah Kabupaten Gorontalo meresmikan Jembatan Garuda yang menjadi dambaan masyarakat setempat selama bertahun-tahun.
Peresmian jembatan tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan infrastruktur, melainkan simbol nyata hadirnya negara untuk menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah terpencil dan terisolir. Jembatan Garuda kini menjadi penghubung vital yang membuka akses antarwilayah, memperlancar aktivitas ekonomi warga, mempermudah akses pendidikan anak-anak, hingga menunjang mobilitas sosial masyarakat desa.
Dalam keterangannya kepada awak media, Pangdam XIII/Merdeka menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari program besar TNI AD yang tengah dilaksanakan secara bertahap di berbagai daerah di wilayah Kodam XIII/Merdeka.
> “Peresmian jembatan di Desa Ulapato B ini salah satu jembatan yang akan kita selesaikan di bulan Mei sampai Juni mendatang,” ujar Pangdam.
Mayjen TNI Mirza Agus menjelaskan, program pembangunan jembatan tersebut lahir dari perhatian dan kepedulian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto terhadap kondisi masyarakat di daerah-daerah yang masih mengalami keterbatasan akses infrastruktur.
Menurutnya, banyak wilayah di Indonesia yang hingga kini masih menghadapi tantangan besar dalam konektivitas, bahkan warga harus mempertaruhkan keselamatan hanya untuk menyeberangi sungai demi bersekolah atau menjalankan aktivitas sehari-hari.
“Pembangunan jembatan atas perintah dan bantuan dari bapak Presiden Prabowo Subianto, untuk membantu daerah-daerah terpencil dan terisolir,” lanjutnya.
Pangdam menegaskan, TNI Angkatan Darat tidak hanya bertugas menjaga pertahanan negara, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral untuk hadir membantu mengatasi persoalan masyarakat, khususnya dalam menciptakan akses yang aman dan layak bagi warga.
Ia mengaku, berbagai tayangan viral yang memperlihatkan anak-anak sekolah menyeberangi sungai dengan risiko tinggi menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Kondisi tersebut kemudian menginspirasi lahirnya program pembangunan ribuan Jembatan Garuda di seluruh Indonesia.
“Cukup viral juga anak-anak sekolah menyeberangi sungai dan lain sebagainya. Ini menjadi inspirasi dari bapak Presiden untuk secara masif Indonesia dibuat rencana 7.000 jembatan di seluruh Indonesia,” ungkapnya.
Hingga saat ini, kata Pangdam, sebanyak 36 unit Jembatan Garuda telah diresmikan di wilayah Gorontalo dan Sulawesi Utara. Program tersebut akan terus berlanjut melalui proses survei di berbagai wilayah yang masih membutuhkan akses penghubung.
“Untuk di Gorontalo dan Sulawesi Utara 36 unit, nanti habis itu sambil kita survei mana lagi yang perlu ditambah kita ajukan anggarannya, sehingga bisa didukung semoga target tercapai,” tandasnya.
Usai peresmian, suasana haru dan penuh rasa syukur tampak menyelimuti masyarakat Desa Ulapato B. Warga menyambut kehadiran jembatan tersebut dengan antusias dan menyampaikan apresiasi kepada TNI AD serta pemerintah atas perhatian nyata yang diberikan kepada masyarakat desa.
Kini, Jembatan Garuda bukan hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga simbol harapan, kemajuan, dan bukti bahwa negara hadir hingga ke pelosok demi kesejahteraan rakyatnya. (*)











