POTRETNEWS.ID – Kepemimpinan yang baru nanti, Sofyan Puhi-Tonny Junus pastinya akan membutuhkan sebuah tim yang solid, khususnya dalam mengelola dunia eksekutif, birokrasi pemerintahan.
Pasalnya jabatan yang diberikan oleh aturan cukup lama. 5 tahun bukan waktu yang singkat. Sehingga dalam kurun waktu tersebut, butuh kolaborasi kerja yang apik terstruktur mulai dari Bupati Wabup, Sekda, pimpinan OPD, kecamatan dan desa.
Sebab pula sebentar lagi rezim akan berganti. Boleh-boleh saja tidak searah, atau masih dengan gaya lama. Namun itu tadi, pemerintahan yang baru membutuhkan tim yang solid, mampu berkolaborasi dengan baik.
Bupati yang baru nanti Sofyan Puhi mengatakan, ibarat ada suatu pekerjaan jalan, akan ada papan penanda jalan dan ada tulisannya.
” Ya jika terganggu kenyamanannya, kami mohon maaf. Seperti orang mau buat jalan. Biasanya orang bikin jalan ada papan yang dipancangkan di depan. Mohon maaf jalan anda, kenyamanan anda terganggu. Jalan lagi diperbaiki.
Jadi kalau ada kenyamanan terganggu kami mohon maaf. ” Kata Sofyan dengan senyum khasnya.
Apakah itu kode dalam masa mereka akan ada kocok ulang. Kata Ka Opi sapaan akrab Bupati terpilih Sofyan Puhi, orang-orang itu akan di ruqiyah dibahasakan.
” Tolong ditafsirkan saja itu, ”
Apakah ini isyarat kocok ulang. Sofyan menjawab di Ruqiyah.” Tukasnya sambil tertawa yang diikuti beberapa orang yang ada disitu pun ikut tertawa.
Dengan begitu kata Ruqiyah menjadi penanda, Sofyan Puhi-Tonny Junus tidak akan main main di pemerintahannya kedepan. Mereka akan tegas dengan segala konsekuensi. Karena dunia politik sangat melarang birokrasi main di dalamnya. (*)









