KOTA – Politisi memang sejatinya tak lagi melihat masa lalu. Seketika terpilih karena takdirnya. Maka sejarah dan ceritanya, apapun itu, melupakan adalah hal yang paling bijak.
Sebab takkala terpilih, sejatinya dia milik seluruh rakyat Gorontalo didapilnya. Mau itu basisnya ataupun bukan. Warga disana harus dikunjungi. Paling tidak, ada satu asa yang untuk coba ditunaikan. Dengarkan aspirasi lalu dibawa kelembaga DPRD.
Ini yang ditunjukkan oleh politisi perempuan seperti dr. Sri Darsianti Tuna, dia tak ingin ada sekat dengan warga. Meski sadar, suaranya disitu tak banyak. Maklum, itu bukan basisnya. Ada tokoh lain sesama partai raih suara signifikan disana.
Di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, misalnya. dr. Yanti (sapaan akrabnya) menyambangi mereka di
Kamis (02/07/2026).
Meski harapan suara di Pileg 2024 tak banyak muncul disana. Namun reses yang begitu wah, tampak terlihat.
Dia, (dr. Yanti) terlihat mendengarkan dengan pasti, apa yang menjadi harapan dan keluh kesah mereka. Semua terbalut jadi satu dalam dialog, diskusi hingga bergoyang bersama.
dr. Yanti tak berharap banyak. Dirinya hanya ingin, dia dan warga selalu bersama sama di Kota Gorontalo. Harapan masyarakat kepada rekan kerjanya, tokoh senior sesama partai tentu ada. Dan ini yang sekali lagi harus didengar bagi sang dokter.
” Bagi saya, seluruh warga di Dapil I Kota Gorontalo punya hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi dan memperoleh perhatian. Sehingga alangkah tak elok program pembangunan hanya berputar di wilayah yang selama ini menjadi kantong suara saya,” Ucapnya lirih.
” Saya lebih suka melaksanakan kegiatan reses di tempat-tempat orang yang tidak kenal dengan saya atau tidak memilih saya pada pemilihan lalu. Supaya setelah saling mengenal, kita bisa membangun interaksi yang baik sehingga program-program seperti pokok-pokok pikiran (pokir) dapat menyentuh seluruh masyarakat di Dapil I Kota Gorontalo,” tambahnya tulus.
Masa Reses sendiri, merupakan kesempatan bagi setiap anggota DPRD mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat lewat tatap muka. Apalagi yang belum tersentuh program pemerintah lewat pembangunan.
Oleh sebab itu dimasa reses inilah, meski bukan wilayah yang menjadi basisnya di Pileg 2024 kemarin. dr. Sri Darsianti Tuna tetap membuka ruang diskusi dengan orang yang belum terlalu banyak mengenalnya.
Pepatah tak kenal maka tak sayang. Maka melalui reses di wilayah Talumolo itulah, dr. Sri Darsianti kembali mendekatkan dirinya, agar bisa menyatu bersama masyarakat setempat. ” Wilayah ini juga sebenarnya daerah pemilihan saya. Meski bukan basis. Namun wajib harapan mereka didengar,” tandasnya.











