Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
GorontaloSulawesi Utara

Wakil Gorontalo Absen dari Kursi Komisaris BSG, Amed: “Dimana Harga Diri Kita?”

×

Wakil Gorontalo Absen dari Kursi Komisaris BSG, Amed: “Dimana Harga Diri Kita?”

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POTRETNEWS.ID, -(GORONTALO)- Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo (BSG) yang digelar pada Rabu, 9 April 2025, menuai sorotan tajam dari tokoh pemuda Gorontalo. Dalam hasil rapat tersebut, tidak satu pun perwakilan dari Provinsi Gorontalo ditetapkan sebagai anggota dewan komisaris, yang seluruhnya diisi oleh figur dari Sulawesi Utara.

Ketidakhadiran wakil Gorontalo dalam struktur komisaris BSG ini menimbulkan kekecewaan mendalam, salah satunya datang dari Amed, tokoh masyarakat dan pengamat ekonomi daerah. Ia menilai keputusan itu sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Gorontalo yang selama ini telah berkontribusi terhadap eksistensi BSG.

banner 325x300

“Jujur saya kecewa. Apa alasan mereka hingga Gorontalo tak mendapat tempat? Kalau soal SDM, Gorontalo memiliki banyak figur yang mumpuni, bahkan bisa lebih hebat dari yang saat ini duduk di sana. Apakah kita harus terus berharap tapi tak pernah dipercaya?” ujarnya dengan nada kecewa.

Amed juga menyebut bahwa Gorontalo memiliki tokoh keuangan yang sangat layak masuk dalam jajaran komisaris. Sosok tersebut diketahui pernah menjadi tulang punggung beberapa perusahaan besar, baik di dalam maupun luar negeri, serta memiliki jaringan bisnis hingga ke Singapura, Belanda, dan Amerika Serikat.

“Orang ini bahkan pernah mengajak kepala daerah dan instansi di Gorontalo untuk menjalin kerja sama dengan investor luar negeri. Semua dilakukan atas inisiatif dan biaya pribadi. Sayangnya, momen tersebut tidak dimaksimalkan oleh para pemangku kepentingan daerah,” tambahnya.

Menurut Amed, keputusan RUPS BSG ini menandakan ketimpangan representasi dan mengarah pada dominasi satu pihak. Ia menilai, jika kepercayaan terhadap Gorontalo terus diabaikan, maka perlu ada evaluasi menyeluruh terhadap keterlibatan Gorontalo dalam struktur kepemilikan dan kebijakan BSG.

“Kalau BSG tidak lagi percaya pada orang Gorontalo, lalu apa artinya kita bertahan? Jangan sampai bank ini hanya dianggap milik Sulut semata. Ini bukan hanya soal jabatan, tapi juga menyangkut harga diri daerah dan masyarakat Gorontalo,” tegasnya.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *