POTRETNEWS.ID, KABGOR — Polemik menjelang pelaksanaan Musyawarah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo (Kabgor), terus mencuat ke permukaan.
Namun, di tengah situasi tersebut, pandangan berbeda pun datang dari pengurus E-Sport Cabang Kabupaten Gorontalo, Arif Habibie.
Ia mengatakan, bahwa politik dan organisasi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Sebab, kata Arif, dinamika politik merupakan bagian inheren dalam sebuah organisasi, termasuk KONI itu sendiri.
“Organisasi apa pun, apalagi selevel KONI, pasti akan bersinggungan dengan dinamika politik. Itu bukan sesuatu yang harus dihindari,” ujar Arif, Rabu (18/6/2025).
Terkait adanya narasi yang menyebut bahwa KONI tidak boleh dijadikan alat politik, Arif justru menilai bahwa pernyataan tersebut mencerminkan kurangnya pemahaman terhadap bagaimana organisasi bekerja di ruang publik.
“Selama demokrasi dijalankan dengan sehat dan melibatkan berbagai kepentingan, itu adalah hal yang wajar, bahkan diperlukan. Kalau misalkan tidak suka politik, ya jangan masuk organisasi,” katanya.
Arif juga menambahkan, bahwa negara yang kuat adalah negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan kebebasan berpikir. Hal itu, kata dia, juga berlaku dalam dunia organisasi.
“Kalau semua dibuat apolitis, maka tidak akan ada ruang untuk menyumbangkan pemikiran demi kemajuan organisasi,” tegasnya.
“Olehnya, janganlah larut dalam narasi seolah politik itu tidak baik. Justru dengan cara pandang seperti itu, malah membatasi pertumbuhan organisasi,” tutup Arif. (*)







