Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Nasional

Dorong 80.000 Koperasi, Gobel Tegaskan Peran Strategis Koperasi bagi Ketahanan Nasional

×

Dorong 80.000 Koperasi, Gobel Tegaskan Peran Strategis Koperasi bagi Ketahanan Nasional

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

POTRETNEWS.ID, -(NASIONAL)- Anggota Komisi VI DPR RI, Rachmat Gobel, menegaskan bahwa koperasi tidak hanya berperan sebagai instrumen ekonomi, melainkan juga merupakan bagian integral dari strategi ketahanan nasional.

Hal ini disampaikannya dalam pidato penutupan Rapat Koordinasi Regional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang digelar di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Jumat (26/9).

banner 325x300

Dalam forum yang dihadiri oleh perwakilan pemerintah daerah dari berbagai provinsi mulai dari Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Papua Pegunungan dan Gorontalo, Gobel menyampaikan pandangannya bahwa koperasi merupakan “benteng ekonomi nasional” yang berperan strategis dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), khususnya di tingkat desa.

“Koperasi adalah simbol nasionalisme. Ia bukan sekadar entitas ekonomi, tetapi juga bagian dari strategi menjaga kedaulatan bangsa di tengah arus liberalisasi ekonomi global,” tegasnya.

Rachmat Gobel menuturkan bahwa komitmennya terhadap penguatan koperasi telah lama terbangun, bahkan sejak menjabat sebagai pengurus di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Kini, sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Gorontalo, ia melanjutkan dedikasinya dengan membina koperasi petani dan koperasi berbasis pariwisata di wilayahnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Gobel menyatakan komitmennya untuk membina 10 koperasi baru dalam skema Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Ia bahkan mendorong agar setiap anggota DPR dan DPD ikut mengambil bagian dalam inisiatif tersebut.

“Jika setiap anggota legislatif membina 10 koperasi, maka 10 persen dari target nasional sebanyak 80.000 koperasi bisa segera tercapai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gobel menyoroti pentingnya koperasi dalam menopang ekosistem investasi nasional. Dalam konteks penerapan Undang-Undang Cipta Kerja melalui skema omnibus law, ia menekankan bahwa koperasi harus diperkuat agar mampu menjadi penyeimbang terhadap derasnya arus investasi asing.

“Petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang tergabung dalam koperasi merupakan kekuatan ekonomi yang riil. Jika mereka disatukan dalam wadah kolektif, maka terbentuklah kekuatan ekonomi rakyat yang dapat menjaga kedaulatan ekonomi nasional,” paparnya.

Dalam pidatonya, Gobel juga menyuarakan keprihatinan terhadap maraknya impor produk tekstil bermotif batik serta pakaian bekas yang dinilainya merugikan industri lokal dan mengancam eksistensi warisan budaya bangsa.

“Batik bukan hanya produk industri, tetapi juga representasi intelektualitas dan kreativitas bangsa. Jika industri batik hancur, maka seniman batik pun akan ikut lenyap. Ini merupakan ancaman serius terhadap identitas budaya kita,” ujarnya dengan nada tegas.

Ia melihat koperasi sebagai solusi konkret dalam menjaga dan memperkuat industri batik serta produk-produk lokal lainnya melalui pengembangan jejaring produksi dan distribusi berbasis komunitas. Untuk itu, ia mendorong Kementerian Perdagangan agar lebih aktif dan tegas dalam mengendalikan arus impor, terutama terhadap produk-produk yang bersinggungan langsung dengan sektor UMKM desa. (***)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *