POTRETNEWS.ID (GORONTALO) – Peringatan Hari Dokter Nasional menjadi momentum sakral bagi insan medis di seluruh pelosok negeri. Selama 76 tahun, organisasi kedokteran di Indonesia terus bertumbuh dan berkembang, menandai dedikasi panjang para dokter dalam mengabdi demi kesehatan masyarakat Indonesia.
Meski demikian, pengabdian panjang tersebut masih dihadapkan pada berbagai tantangan nyata di lapangan. Hal ini disuarakan oleh Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, dr. Sri Darsianti Tuna.
Menurutnya, persoalan mendasar seperti keterbatasan sarana dan prasarana kesehatan hingga distribusi Sumber Daya Manusia (SDM) medis masih menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
“Keterbatasan sarana medis dan minimnya insentif, khususnya di daerah-daerah terpencil, menjadi alasan utama mengapa wilayah tersebut masih kurang dilirik oleh para dokter,” ungkap dr. Sri Darsianti.
Ia menyoroti rasio ketersediaan dokter umum pada Fasilitas Kesehatan (Faskes) primer yang belum ideal. Berdasarkan standar pelayanan, rasio ideal dokter umum adalah 1 berbanding 5.000 penduduk. Namun, target tersebut hingga kini belum sepenuhnya terpenuhi, padahal perguruan tinggi di Indonesia terus meluluskan dokter baru setiap tahunnya.
Lebih lanjut, dr. Sri Darsianti menjelaskan bahwa meski Undang-Undang Kesehatan Nomor 17 Tahun 2023 telah disahkan, berbagai kendala teknis dan operasional di lapangan masih terus ditemui.
Di Provinsi Gorontalo sendiri, dengan jumlah penduduk yang mencapai lebih dari 1,2 juta jiwa, idealnya dibutuhkan setidaknya 500 lebih dokter umum untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal dan merata.
“InsyaAllah ke depan, kebutuhan akan tenaga dokter di Gorontalo ini dapat terpenuhi secara bertahap sehingga masyarakat tidak lagi mengalami kendala dalam mendapatkan akses layanan kesehatan,” tuturnya.
Guna mewujudkan hal tersebut, dr. Sri Darsianti menegaskan pentingnya perhatian pemerintah daerah maupun pusat terhadap kesejahteraan para tenaga medis.
“Tentunya, aspek insentif dan fasilitas penunjang bagi para dokter, terutama yang bertugas di daerah terpencil, harus lebih diperhatikan agar pemerataan layanan kesehatan dapat terwujud, Selamat Hari Dokter Indonesia ke-76. ” pungkasnya.










