POTRETNEWS.ID, KABGOR – Mantan Bupati Bolmong Timur, Sehan Landjar menilai, sikap para Bupati Walikota yang menyatakan kekecewaannya atas RUPSLB merupakan ketidakmampuan sosok Gubernur dalam menyatukan pandangan para pemimpin- pemimpin di Gorontalo itu.
” Gubernur Gorontalo sebaiknya meningkatkan komunikasi dengan Bupati dan Wali Kota. Karena biasanya di jaman kami ada Pra RUPS sebelum pemilihan komisaris dan direksi Bank SulutGo. Langkah ini akan memastikan proses pemilihan lebih efektif dan menghindari kesalahpahaman”, ungkap Sehan.
Ia menambahkan disini perlu adanya kompromi politik diantara semua. Karena keputusan yang diambil para pemimpin daerah adalah keputusan politik, termasuk dalam pengusulan nama. Sehingga dari beberapa mengerucut ke satu atau nama. Dan itu sepertinya tidak terjadi.
” Memungkinkan pengusulan nama-nama yang lebih sesuai untuk posisi komisaris dan direksi akan mulus. Hingga pula mengurangi potensi konflik dan kesalahpahaman dalam proses pemilihan, ” Tukasnya.
Gubernur sebelumnya telah melakukan rapat pra rups untuk memastikan proses pemilihan komisaris dan direksi Bank SulutGo berjalan lancar.
Gubernur, Bupati, dan Wali Kota memiliki peran penting dalam proses pemilihan komisaris dan direksi Bank SulutGo. Mereka harus bekerja sama untuk memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan efektif.
Di jamannya, Ia pernah mengkritik kinerja Direksi dan Komisaris Bank SulutGo pada 2019 terkait target yang tidak tercapai. ” Ya, pernah pindah lokasi, seingat saya. Karena kita sedikit berdinamika dalam RUPS kala itu, ” Tukasnya.
Kalau dalam pengamatannya ada beberapa nama yang pas, jika memang Gorontalo diberikan posisi untuk jabatan Direksi dan Komisaris.
” Ya, mantan Kanwil karena pengalamannya sudah banyak. Dan pimpinan cabang Limboto yang juga sudah cukup lama malang melintang di bank itu. Tentu ini hanya hemat saya yaa… ” Pungkas Sehan. (*)










