Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

PENAS XVII Gorontalo Resmi Ditutup, Prabowo Titip Pesan Bagi Para Petani

×

PENAS XVII Gorontalo Resmi Ditutup, Prabowo Titip Pesan Bagi Para Petani

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Gorontalo, Potretnews.id — Lebih dari 50 ribu petani dan nelayan dari seluruh penjuru Indonesia memadati lokasi utama Pekan Nasional (PENAS) KTNA XVII 2026, Rabu siang (24/6/2026). Di bawah sengatan matahari Gorontalo yang terkenal dengan kelakar “musim panas dan panas sekali,” para peserta tetap antusias menyambut agenda besar penutupan tersebut. Mereka hadir untuk mendengarkan langsung pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai arah kompas pangan nasional ke depan.

banner 325x300

​Gorontalo tidak dipilih sebagai tuan rumah secara acak. Sejauh mata memandang di luar area pameran, bukit-bukit yang memagari provinsi berjuluk Bumi Serambi Madinah ini berselimut hijau daun jagung—komoditas emas yang selama ini menyokong napas ekonomi lokal. Di Provinsi ini pula, kontras keindahan Teluk Tomini yang kaya akan potensi bahari berpadu dinamis dengan inovasi teknologi agribisnis moderen yang dipamerkan selama sepekan penuh.

​Suasana riuh mendadak khidmat saat Presiden Prabowo naik ke atas podium penutupan. Setelah mengabsen para kabinet menteri beserta kepala daerah yang hadir, Prabowo  langsung membakar semangat para pahlawan pangan.

​Ia membeberkan lompatan revolusioner yang disaksikannya sendiri di arena PENAS. Berkat perkawinan inovasi teknologi dan ketekunan para petani lokal yang dijelaskan Menteri Pertahanan Andi Amran Sulaiman, produktivitas padi nasional mencatat angka yang mencengangkan.

​”Hasilnya sangat revolusioner. Yang tadinya 5 ton gabah sekarang bisa lebih dari 10-12 ton. Kalau begitu naik 100 persen nilai produksi kita,” ujar Prabowo dengan nada suara bergetar berambisi.

​Namun, di tengah angin segar kenaikan produksi tersebut, Presiden mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri demi kepuasan sesaat. Bagi Prabowo, keberlanjutan adalah harga mati. Swasembada bukanlah proyek satu atau dua musim, melainkan fondasi ketahanan negara Indonesia menuju lumbung pangan dunia 2045.

​”Kita bersyukur, tetapi ini harus dijaga. Tidak boleh hanya satu atau dua tahun. Harus berkelanjutan. semua usaha ini juga tak lepas dari peran kepala daerah yang selalu mensuport. Petani kita harus hidup baik dan sejahtera,” tegasnya di hadapan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan para pimpinan daerah yang hadir.

​Target besar mimpi Prabowo Subianto untuk Indonesia menjadi lumbung pangan dunia 2045, diharapkan selaras dengan dukungan masyarakat melalui program-program pemerintah yang berjalan. Seperti MBG, dan program cetak sawah, serta pemberian bibit gratis, dan subsidi pupuk bagi para petani di setiap daerah.

Siang tadi, saat PENAS XVII resmi ditutup, para petani pulang tidak dengan tangan hampa. Di sela-sela kepulangan mereka, nampak kontingen dari berbagai daerah menyempatkan diri memborong produk olahan pangan lokal Gorontalo, menghidupkan senyum para pelaku UMKM setempat. ​Dari bumi Gorontalo, peluit swasembada pangan resmi ditiup. Sebuah pesan kuat dikirimkan ke seluruh penjuru negeri-negara yang kuat hanya bisa berdiri di atas kaki petani dan nelayan yang sejahtera.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *