POTRETNEWS.ID, KABGOR – Di balik suksesnya upacara pengibaran bendera merah putih pada peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia tingkat Kabupaten Gorontalo, tersimpan kisah perjuangan para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka).
Salah satunya datang dari Hasan I. Matalauni, siswa SMA Negeri 2 Limboto, yang mendapat kepercayaan sebagai pembentang bendera pada upacara penaikan di lapangan GOR David-Tony, Minggu (17/8/2025).
Hasan menceritakan bagaimana dirinya bersama rekan-rekannya harus melewati seleksi ketat, sebelum dipercaya menjalankan tugas di momen sakral tersebut.
“Sebelumnya kami diuji satu per satu, mulai dari gerakan, kekompakan, sampai cara pembentangan. Dari situ dilihat siapa yang bagus, dan itulah yang dipilih,” ungkap Hasan.
Ia juga menjelaskan, dari hasil seleksi itu, terpilihlah enam peserta yang dibagi menjadi dua kelompok: tiga orang yang ditugaskan dalam upacara penaikan bendera, sementara tiga lainnya bertugas di upacara penurunan sore harinya.
“Kami menjalani proses latihan itu sekitar 10 hari lebih,” terangnya.
Meski latihan dilakukan secara intensif, Hasan tak menampik bahwa ada kesulitan yang harus dihadapi.
“Kesulitannya itu di langkah tegap maju. Tapi lima hari menjelang hari upacara, Alhamdulillah kami bisa melakukannya,” jelasnya.
Momen paling menegangkan, kata Hasan, adalah saat harus membentangkan bendera. Namun, ketika bendera berhasil dibentangkan, dalam hatinya merasa bangga sekaligus senang.
“Rasa gugup itu ada, takut juga. Yang membuat kami takut, kalau benderanya terbalik, terlipat-lipat, atau jatuh. Tapi ketika pembentangan tadi sukses dan lancar, Alhamdulillah kami merasa senang, bangga, dan percaya diri,” tutur Hasan dengan nada lega.
Bahkan, ia juga menitipkan pesan untuk adik-adiknya yang bercita-cita menjadi Paskibraka di tahun berikutnya.
“Semoga bisa terpilih. Kami akan tunggu di sini, di Sport Center Limboto,” ucapnya penuh semangat.
Pengalaman Hasan dan rekan-rekannya menjadi bukti bahwa di balik pengibaran bendera yang khidmat, ada kerja keras, disiplin, dan perjuangan panjang dari para putra-putri terbaik daerah. (*)










