
Potretnews.id, DPRD KOTA –Pemandangan kendaraan berpelat nomor luar daerah yang lalu-lalang di jalanan Kota Gorontalo kini menjadi sorotan tajam. DPRD Kota Gorontalo menilai, banyaknya warga lokal yang memarkirkan pajak kendaraannya ke kas daerah lain telah memicu kebocoran potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Sorotan ini mengemuka dalam rapat Paripurna penyampaian rekomendasi Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah Tahun Anggaran 2025 di Gedung DPRD, Senin malam (20/04/2026).
Ketimpangan Data dan Realitas
Juru bicara fraksi PPP, Suryadi Antule, membeberkan adanya indikasi ketidaksinkronan yang nyata antara populasi kendaraan di lapangan dengan angka penerimaan pajak kendaraan bermotor (PKB).
Menurutnya, realisasi pajak saat ini belum mampu memotret jumlah kendaraan yang sebenarnya beredar di Kota Gorontalo.
“Kondisi ini berpotensi menimbulkan kebocoran pendapatan daerah. Kami melihat banyak kendaraan berpelat luar daerah, padahal pemiliknya sah merupakan warga Kota Gorontalo,” tegas Suryadi di hadapan forum.
Mengajak “Pulang” ke Samsat Lokal
DPRD mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) untuk segera turun tangan mengidentifikasi kendaraan-kendaraan tersebut.
Langkah persuasif menjadi kunci; warga yang masih menggunakan pelat luar akan didorong untuk segera melakukan mutasi kendaraan ke Samsat Kota Gorontalo.
Suryadi menekankan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan administratif pergantian warna atau angka di pelat nomor, melainkan soal keadilan pembangunan.
“Ini soal potensi pajak yang seharusnya bisa kita pakai untuk membiayai pembangunan daerah agar manfaatnya kembali lagi ke masyarakat,” imbuhnya.
Respon Pemerintah Kota
Menanggapi desakan legislatif tersebut, Wakil Walikota Gorontalo, Indra Gobel, menyatakan kesiapan jajarannya untuk membenahi tata kelola pajak kendaraan.
Pemerintah berkomitmen melakukan pendataan ulang secara mendalam dengan menyisir kepemilikan kendaraan berdasarkan domisili pemiliknya.
Langkah ini diharapkan dapat menyumbat celah kebocoran pendapatan, sehingga anggaran pembangunan Kota Gorontalo di masa depan bisa lebih optimal dan tepat sasaran.






