POTRETNEWS.ID, GORONTALO – Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Limboto, Laode Halik Ismail, menyoroti dua persoalan krusial yang dinilai luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten Gorontalo, yaitu pembangunan kepemudaaan dan krisis sosial yang terus berulang.
Halik menyebut bahwa pemerintah daerah belum serius mengarahkan pembangunan pemuda, terutama pada organisasi yang berbasis kemahasiswaan.
Menurut dia, saat ini peran pemuda kerap hanya menjadi pelengkap dalam agenda seremonial Pemerintah Daerah.
“Selama ini, kebijakan daerah tidak menyasar organisasi kepemudaan, khususnya berbasis kemahasiswaan yang mempunyai kontribusi strategis mencetak generasi kritis dan progresif,” kata Halik kepada media ini, Rabu (16/7/2025).
Apalagi, lanjut dia, angka kasus kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pendidikan Kabupaten Gorontalo, terus meningkat.
“Hampir setiap mingguan kita sering mendengar kasus kekerasan seksual dan pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan pendidikan,” ungkap Halik.
Bagi Halik, fenomena ini menjadi penanda bahwa krisis sosial sudah mencapai titik yang mengkhawatirkan. Sayangnya, belum ada juga upaya sistematis dari pemerintah daerah dalam membangun pengawasan yang kuat, maupun langkah preventif yang memadai.
“Tapi sayangnya, respon pemerintah daerah justru minim. Ini bukan soal insiden biasa, ini menyangkut keselamatan anak bangsa,” terangnya.
Atas kondisi itulah, HMI Cabang Limboto mendesak Pemerintah Kabupaten Gorontalo untuk segera mengambil langkah konkret. Ketika sumber daya manusia diabaikan, terutama pemuda, maka daerah hanya akan melahirkan generasi yang apatis dan lepas dari persoalan publik.
“Kalau pembangunan hanya diukur dari jalan dan gedung, maka kita sedang menyiapkan kehampaan sosial,” tandasnya. (*)










