POTRETNEWS.ID, GORONTALO – Pihak Bandara Djalaluddin Gorontalo melakukan pemagaran akses jalan lama menuju bandara sebagai upaya meningkatkan keamanan, ketertiban, serta menata ulang area sekitar agar lebih rapi.
Kasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Djalaluddin, Ronny Biki, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut merupakan hasil koordinasi antara pihak bandara, Pemerintah Provinsi Gorontalo, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.
“Selain untuk keamanan, pemagaran ini juga bertujuan mempercantik akses menuju bandara agar lebih tertata seperti bandara lain yang hanya memiliki satu pintu masuk,” kata Ronny, saat diwawancarai awak media pada Kamis (30/1/2025), bertempat di Bandara Djalaluddin Gorontalo
Menurutnya, akses jalan lama sebenarnya sudah ada sejak 2006–2007, beriringan dengan pengembangan fasilitas bandara seperti terminal, kantor, dan fasilitas lainnya. Sebelumnya, masyarakat masih menggunakan jalan tersebut sebagai jalur alternatif. Namun, sejak operasional bandara dipindahkan ke terminal baru, jalan itu tidak lagi diperlukan, kecuali untuk kepentingan tertentu, seperti kunjungan pejabat negara.
Ronny menambahkan, anggaran untuk proyek pemagaran sebenarnya telah tersedia sebelum pandemi Covid-19. Namun, kebijakan efisiensi anggaran menyebabkan proyek ini tertunda selama tiga tahun. Baru pada 2024, pemagaran dapat direalisasikan dengan sistem pagar geser yang memungkinkan akses dibuka dalam kondisi tertentu.
“Selain mengutamakan keamanan, langkah ini juga diambil untuk mengurangi kepadatan kendaraan di sekitar bundaran yang kerap dijadikan tempat parkir dan area berkumpul di warung makan. Dengan sistem akses satu pintu, arus lalu lintas menuju bandara bisa lebih tertata dan aman bagi pengguna jalan,” jelasnya.
Pemagaran jalan lama ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keamanan bagi pengguna Bandara Djalaluddin Gorontalo, sekaligus menyesuaikan standar operasional dengan bandara-bandara lain yang ada di wilayah Indonesia. (***)










