
POTRETNEWS.ID,DPRD KOTA-DPRD Kota Gorontalo menegaskan pentingnya dampak nyata dari program pelatihan kerja yang didanai sebesar Rp300 juta oleh Pemerintah Daerah, terutama dalam menekan angka pengangguran dan membuka peluang kerja baru.
Penegasan itu disampaikan dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Kepala Daerah yang digelar di Aula I Kantor DPRD Kota Gorontalo, Senin (13/4/2026).
Anggaran tersebut dialokasikan untuk kegiatan di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), dengan fokus pada peningkatan keterampilan praktis seperti pembuatan kue, barista, dan tata rias. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja maupun membangun usaha mandiri.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPJ DPRD Kota Gorontalo, Herman Haluti, menyatakan dukungannya terhadap program tersebut. Namun, ia mengingatkan pemerintah daerah agar tidak hanya berhenti pada pelaksanaan pelatihan tanpa strategi lanjutan.
Menurutnya, peserta pelatihan harus difasilitasi agar mampu mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh, baik melalui akses ke dunia kerja maupun bantuan modal usaha.
Ia juga menilai, tanpa dukungan lanjutan, program pelatihan berpotensi tidak efektif dan tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap pengurangan pengangguran di daerah.
“Kalau hanya sebatas diberikan pelatihan kemudian dibiarkan, ini tidak akan memberikan dampak positif bagi peserta LPK dan tidak berdampak pada pengangguran yang ada di Kota Gorontalo,”terangnya
Karena itu, DPRD meminta pemerintah daerah menyusun skema lanjutan yang konkret, seperti menjalin kerja sama dengan pelaku usaha serta menyediakan program bantuan berbasis keterampilan.
Langkah tersebut dinilai penting agar anggaran yang telah dialokasikan tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.







