Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Daerah

Potret Anggun Idah Syahidah dan Sherly di Penutupan PENAS XVII 2026

×

Potret Anggun Idah Syahidah dan Sherly di Penutupan PENAS XVII 2026

Sebarkan artikel ini
Example 468x60
idah-syahidah-sherly-penas-xvii-2026.jpg
idah-syahidah-sherly-penas-XVII-2026.

Gorontalo, Potretnews.id – Ribuan pasang mata yang memadati kawasan GOR Tony, Limboto, Rabu (24/6/2026), tak hanya tertuju pada prosesi penutupan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII 2026. Di tengah riuhnya agenda nasional yang ditutup langsung Presiden Prabowo Subianto, balutan Karawo biru langit yang dikenakan Idah Syahidah dan Sherly Tjoanda Laos justru menjadi salah satu perhatian tersendiri bagi peserta dan tamu undangan.

Warna biru langit yang mendominasi sulaman khas Gorontalo tersebut menghadirkan kesan elegan sekaligus menenangkan, berpadu dengan detail Karawo yang menjadi identitas budaya daerah berjuluk Serambi Madinah.

banner 325x300

Bagi masyarakat Gorontalo, Karawo bukan sekadar kain atau produk kerajinan tangan. Sulaman khas ini merupakan simbol ketekunan, kesabaran, dan kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Budayawan Gorontalo menjelaskan, setiap warna dan motif Karawo selalu membawa pesan tersendiri. Warna biru langit yang dipilih pada penutupan PENAS kali ini melambangkan keteduhan, harapan, dan keluasan pandangan terhadap masa depan.

Filosofi tersebut dianggap sejalan dengan semangat PENAS XVII 2026 yang selama sepekan mempertemukan petani dan nelayan dari seluruh penjuru Indonesia dalam satu ruang kolaborasi, berbagi pengalaman, dan memperkuat ketahanan pangan nasional.

Momentum itu terasa semakin istimewa karena penutupan PENAS KTNA 2026 ditutup oleh Presiden Prabowo Subianto di hadapan 50 ribuan peserta yang memadati lokasi acara.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta jajaran kementerian dan lembaga Republik Indonesia.

Di tengah deretan agenda seremonial event 3 tahunan itu, Karawo biru langit seolah menjadi pesan sederhana dari Gorontalo kepada Indonesia-bahwa budaya tidak hanya untuk dikenakan, tetapi juga untuk diceritakan, diwariskan, dan dipersatukan dengan semangat pembangunan bangsa.

PENAS XVII 2026 memang telah resmi berakhir, tetapi warna biru langit pada Karawo yang dikenakan siang tadi tampaknya akan menjadi salah satu kenangan yang paling diingat oleh ribuan peserta yang datang ke Gorontalo.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *