POTRETNEWS.ID, KABGOR – Penanganan sampah akan menjadi ciri satu daerah untuk diukur sejauh mana wilayah itu bersih atau tidak dari sampah.
Maka ketika itu menjadi perhatian pemerintah di era Sofyan-Tonny, maka sampah menjadi masalah di Kabupaten Gorontalo.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah mereka menaruh perhatian besar dalam penanganan sampah dengan status darurat.
Untuk itu Sofyan Tonny menjadikan masalah kebersihan sampah, masuk dalam 12 instruksi Bupati yang bakal menjadi bahan kerja di 99 hari masa kerja pemerintahan saat ini.
Dalam penyampaiannya di Kecamatan Limboto Barat saat melakoni Moloopu disana. Bupati me warning seluruh aparat setempat akan hal ini, bahkan pula untuk seluruh kecamatan di Kabupaten Gorontalo.
Kalau sudah ada instruksi berarti itu darurat. Maka dari 99 hari itu kata Sofyan, akan diberikan reward untuk yang berhasil menangani sampah di wilayahnya. Namun juga sebaliknua ada punisment hukuman, bagi yang tak mampu.
” Mungkin di upacara korpri dipakaikan rompi, Ada warna khusus, atau apa, dipakaikan kado atau karung. Rompi karung, dan itu lagi dijahit, “pungkasnya.
Bupati Sofyan beralasan, karena kebersihan itu adalah ciri khas, cerminan untuk memberikan kesan pertama kali. Kalau terlihat banyak sampah maka jangan sampai Gorontalo itu dikesan begitu oleh pendatang, katanya.
” Kadang orang turun dari bandara melihat sampah disana sini, jadi jangan sampai kita ini daerah yang tidak bersih, ” Katanya lagi.
Apa yang disampaikan Bupati memang masuk akal, entah reward (penghargaan) maupun punisment (hukuman) itu merupakan motivasi agar kita sadar dan taat akan kebersihan. Sebab dalam agama pula kebersihan adalah bagian dari iman, tandasnya. (*)







