POTRETNEWS.ID, KABGOR – Hari pertama pelaksanaan Kemah Bakti Gema Restorasi Tingkat Kwartir Cabang Kabupaten Gorontalo berlangsung meriah.
Perwakilan peserta pramuka dari berbagai 19 Kwartir Ranting se-Kabupaten Gorontalo, antusias mengikuti lomba pionering Garuda yang menjadi agenda pembuka kegiatan, Kamis (21/8/2025).
Dewan juri, Ronal Abdul mengungkapkan, bahwa sejak pagi pihaknya telah melaksanakan dua jenis perlombaan, yakni pionering dan miniatur pionering.
“Untuk hari pertama ini, kita lomba pionering, sama miniatur pionering,” ungkap Ronal saat dimintai keterangan usai melakukan penilaian.
Ia menjelaskan, lomba pionering ini terbagi atas dua kategori. Untuk pionering tingkat Penggalang menggunakan tongkat sepanjang 160 cm, sementara tingkat Penegak berkompetisi melalui miniatur pionering dengan tongkat berukuran 16 cm.
“Pionering untuk Penggalang, kemudian miniatur pionering untuk tingkat Penegak,” jelasnya.

Serupa tapi Hampir Tak Sama
Ronal menambahkan, meski sama-sama bertajuk pionering, kedua kategori tersebut memiliki perbedaan mencolok pada media yang digunakan.
“Kalau untuk pionering yang menggunakan tongkat 160 cm khusus untuk tingkat penggalang. Di tingkat Penegak juga lomba yang sama, tetapi dalam bentuk miniatur, dengan menggunakan tongkat sepanjang 16 cm,” terangnya.
Lomba ini, kata dia, untuk memberi ruang kreativitas dan pengetahuan tentang kepramukaan terhadap peserta didik.
“Jadi, dia serupa tapi hampir tak sama, cuma bedanya adalah panjang tongkat itu sendiri,” imbuhnya.

Asesoris yang digunakan
Selain tongkat, Ronal juga memaparkan asesoris lain yang digunakan dalam lomba tersebut.
Pihak sepakat, bahwa dalam lomba ini, asesoris yang digunakan hanya tongkat dan tali. Selain itu, tidak diperuntukkan.
“Dalam hal ini kita sepakat, untuk pembentukan ataupun pembuatan pionering burung Garuda ini, menggunakan maksimal 60 tongkat dan tali disesuaikan dengan tongkat tersebut. Kemudian tidak menggunakan ornamen lainnya,” ungkapnya
Meskipun begitu, Pihaknya juga tidak menutup ruang kreativitas peserta. Sebab, bagi Ronal, pembentukannya tidak jauh dari yang sudah ditetapkan, yaitu burung Garuda.
“Kemudian diberikan kebebasan kepada anak-anak atau peserta didik ini untuk berkreativitas akan dibuat seperti apa burung Garudanya, yang pasti bentuknya akan jadi satu bentuk yang sama yaitu burung Garuda,” tukas Ronal.
Selain ajang keterampilan, lomba pionering ini juga sebagai pembuka rangkaian kegiatan di Kemah Bakti Gema Restorasi yang akan berlangsung selama lima, mulai 21 hingga 25 Agustus 2025, bertempat di Bumi Perkemahan Bogohulawa, Kecamatan Limboto. (*)










