POTRETNEWS.ID, -(KABGOR)- Kalau mau, begini saja. Seluruh pejabat kita hentikan dulu. Ulang baru semua, termasuk Sekda, kita tunggu pemimpin baru, bagaimana?. Apakah harus begitu?.
Pernyataan itu dikatakan Prof. Nelson kala mencermati proses seleksi Sekda (JPT) yang terus menggelinding nuansa politisnya seakan tak kunjung habis.
Bupati yang menggelar jumpa pers, Selasa malam (10/12/24) itu tampak tak habis pikir kenapa ini terus dipolemikan. Padahal semua sudah berjalan sesuai aturan UU. ” Ya, semua dijalankan sudah sesuai ketentuan, ” Ujar.
Nelson sendiri mengakui, tim pansel sudah datang ke dia. melaporkan kerja mereka termasuk adanya penundan.
“ Ya, Pansel sudah datang melaporkan. Karena SK mereka (Pansel) dari saya. Maka dilaporkan ke saya, jadi bukan ke orang lain,” ungkap Nelson.
DIkatakan Nelson, kata menunda itu karena jadwal tahap ke dua itu sudah dijadwalkan dari tanggal 9 sampai 11 Desember. Tetapi tahapan itu tak bisa dilakukan karena menunggu assessment dari BKN
“Dan hasil assessment itu dilakukan 10 sampai 20 hari, sehingga jika tahapan kedua dilaksanakan tanggal 9 berarti terlewati, sehingga dilakukan penundaan,”jawabnya.
Dirinya juga tak mencampuri urusan Pansel atau hal apapun soal seleksi ini. Dia (Nelson) hanya menunggu laporan kerja saja.
Apakah buru buru?. Kata Nelson tidak. Bahkan pengisian ini sudah ada sejak bulan Juli kemarin dari Kemendagri. ” Jadi bukan karena Pilkada baru saja berakhir,” Katanya.
Namun demikian kata Nelson, nuansa politiknya terlalu kental. Sehingga kalau ini ditarik kearah situ, memang beginilah jadinya.
“Coba jangan dipolitisir. Karena ditarik ke ranah itu, maka beginilah jadinya. Kan sayang kalau ranah eksekutif ditarik tarik keranah politik, ” Ucapnya. (***)









