POTERETNEWS.ID, Gorontalo – Pemerintah Kabupaten Gorontalo dituding tidak tegas mengatur pasar hewan di Pulubala.
Bukan tanpa alasan, tudingan itu muncul ketika para pedagang sapi mengeluhkan adanya tiga lokasi pasar hewan di wilayah tersebut.
Dari pantauan di lapangan, pasar hewan yang tersebar di tiga lokasi itu, satu lokasi berada di Desa Pulubala dan dua lokasi lainnya berada di Desa Tridharma.
“Kami mau Pemda mengambil langkah tegas mengenai ini. Apalagi lebaran Idul Adha kurang lebih satu bulan lagi,” ujar Imbran, salah satu pedagang sapi.
Disisi lain, diantara tiga lokasi itu, timbul kebingungan ditengah para pedagang, antara mengikuti arus pembeli atau instruksi pemerintah.
“Kami diarahkan oleh Satpol PP untuk masuk di pasar yang sudah disediakan oleh pemerintah daerah. Kami sudah masuk, dua jam tidak ada pembeli satu orang pun. Sementara di lokasi yang satunya, milik Haji Umar, sudah ada sapi-sapi yang laku terjual,” ungkapnya.
Lebih lanjut, keluhan juga ternyata tidak hanya di pasar. Pengguna jalan pun ikut mengeluhkan. Mereka menjadi korban akibat kemacetan yang terjadi di ruas jalan utama Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.
Akibat aktivitas bongkar-muat sapi dan parkir kendaraan yang tidak beraturan, sehingga membuat arus lalu lintas tersendat parah.
“Macet. Kenapa tidak diatur parkiran? Di mana Dinas Perhubungan? Kami ini ada urusan, tiba-tiba macet sepanjang 5 kilometer,” keluh seorang pengguna jalan yang enggan disebutkan namanya. (*)







